October 16, 2026

HUT RI ke-81, 14 Anak Probolinggo Dibebaskan dari Belenggu Bibir Sumbing

0



Saifullah
– 16 August 2026 | 15:08 – Dibaca 15 kali

Pelayanan Publik
HUT RI ke-81, 14 Anak Probolinggo Dibebaskan dari Belenggu Bibir Sumbing

Bupati Probolinggo, Gus Haris saat di acara operasi bibir sumbing. (Foto: Saifullah/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, PROBOLINGGO – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Probolinggo diwarnai aksi sosial yang menyentuh. 

Sebanyak 14 anak penderita bibir sumbing dan celah langit-langit mendapat operasi gratis melalui program “Merdeka Senyum”, Minggu (16/8/2026).

Program tersebut digelar PT Paiton Energy bersama PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI), Rumah Sakit Rizani, Yayasan Surabaya CLP Center, dan Smile Train Indonesia. Pelaksanaan kali ini menjadi tahap keempat sejak program diluncurkan pada Agustus 2024.

Secara kumulatif, program kolaboratif tersebut telah membantu 63 anak di Probolinggo dan sekitarnya memperoleh penanganan medis tanpa biaya.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sakit Rizani itu dihadiri Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, Direktur RS Rizani Mirrah Samiyah, serta Ketua Tim Medis Surabaya CLP Center Lobredia Zarasade.

President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui pilar CSR Paiton bErsiNERGY, khususnya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Pilar 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.

“Operasi bibir sumbing gratis ini tidak hanya mengembalikan senyum fisik anak-anak kita, tetapi juga membuka jalan bagi mereka untuk tumbuh percaya diri dan menyongsong masa depan yang lebih cerah,” kata Fazil.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam kontribusi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Bupati Probolinggo, Muhammad Haris mengapresiasi konsistensi kolaborasi tersebut. Menurutnya, keberlanjutan program hingga tahap keempat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan anak bukan sekadar kegiatan simbolis.

“Operasi ini mengembalikan fungsi medis sekaligus kepercayaan diri anak-anak kita. Di momen Hari Kemerdekaan ini, senyuman baru mereka adalah simbol kemerdekaan sejati untuk tumbuh dan bermimpi tinggi,” ujar Muhammad Haris.

Sementara itu, Direktur RS Rizani Mirrah Samiyah menilai pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas masih menjadi kebutuhan penting, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Ia menjelaskan, kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi bicara serta kondisi psikososial anak dan keluarganya.

“Melalui kerja sama ini, RS Rizani siap memberikan fasilitas serta perawatan terbaik demi memulihkan kualitas hidup para pasien,” ungkapnya.

Penanganan pasien juga tidak berhenti setelah operasi. Ketua Tim Medis Surabaya CLP Center Lobredia Zarasade mengatakan seluruh pasien mendapat pendampingan untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan.

“Penanganan celah bibir dan langit-langit memerlukan pendekatan yang komprehensif dan bertahap,” jelas Lobredia.

Menurutnya, pasien akan mendapatkan perawatan lanjutan sesuai kebutuhan, mulai dari terapi wicara, perawatan ortodonti hingga tindakan medis lanjutan. Seluruh pendampingan tersebut disiapkan secara gratis.

Empat tahap pelaksanaan program “Merdeka Senyum” dinilai telah memberikan dampak lebih luas. Selain memperbaiki fungsi medis dan meningkatkan kepercayaan diri anak, program ini turut mengurangi beban biaya pengobatan keluarga serta membantu mengurangi kecemasan orang tua terhadap masa depan anak.

Lebih jauh, program tersebut menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga medis, yayasan nirlaba, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak sosial berkelanjutan.

PT Paiton Energy menyebut sinergi multipihak menjadi bagian penting dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Kolaborasi melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan.

Selain sektor kesehatan, perusahaan juga menjalankan program yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di Jawa Timur.

Bagi 14 anak penerima manfaat, operasi gratis tersebut bukan sekadar tindakan medis. Di tengah peringatan kemerdekaan, senyum yang kembali hadir menjadi pintu bagi kesempatan baru—untuk tumbuh lebih percaya diri, belajar tanpa rasa minder, dan menatap masa depan tanpa dibatasi kondisi bawaan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Saifullah
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *