October 16, 2026

Baju Kerja Dipakai Upacara, Warga Serangturi Tunjukkan Semangat Kemerdekaan

0


News
Baju Kerja Dipakai Upacara, Warga Serangturi Tunjukkan Semangat Kemerdekaan

Tanpa seragam khusus, warga Serangturi tetap khidmat mengikuti upacara HUT ke-81 RI dengan pakaian keseharian. (Foto: Iwan Setiawan/ Suara Indonesia)

BERITA PLUS BANJARNEGARA – Tak perlu seragam khusus untuk menunjukkan rasa cinta kepada Tanah Air. Hal itu terlihat dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar puluhan warga Dukuh Serangturi, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung sederhana di lingkungan dukuh. Uniknya, para peserta tidak mengenakan pakaian seragam seperti upacara pada umumnya. Mereka justru datang dengan pakaian yang biasa dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

Petani tetap mengenakan pakaian yang biasa digunakan saat bekerja di sawah maupun kebun. Pedagang, buruh, ibu rumah tangga hingga pelajar juga hadir dengan pakaian keseharian masing-masing.

Warga dari berbagai usia kemudian berdiri dalam satu barisan untuk mengikuti prosesi pengibaran Sang Merah Putih.

Ketua Panitia, Sudiro Setio Utomo, mengatakan sejak awal tidak ada konsep khusus yang dibuat dalam pelaksanaan upacara tersebut. Panitia hanya ingin menampilkan keberagaman masyarakat Dukuh Serangturi apa adanya.

“Sebenarnya upacara ini tidak ada konsep yang spesial. Yang kami tampilkan adalah keberagaman warga, seperti petani berpakaian petani, itupun pakaian yang dipakai sehari-hari, pedagang, buruh, ibu rumah tangga hingga pelajar,” ujar Sudiro.

Menurutnya, perbedaan profesi dan pakaian bukan menjadi pembatas bagi warga untuk bersama-sama memperingati hari kemerdekaan. Justru dari keberagaman tersebut, semangat persatuan dan gotong royong dapat terlihat secara nyata.

Ketua RT 05 RW 02 Dukuh Serangturi, Nardi Noto Susilo, mengaku bangga melihat antusiasme warga. Keterbatasan fasilitas, termasuk tidak adanya seragam khusus, tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menggelar upacara.

“Saya sangat bangga dengan adanya upacara ini. Meskipun di tengah keterbatasan, salah satu yang mencolok mungkin adalah seragam. Tapi saya bangga karena di tingkat dukuh pun kami tetap bisa melaksanakan upacara Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” kata Nardi.

Bagi warga Dukuh Serangturi, kemerdekaan tidak harus dirayakan dengan kemewahan. Pakaian boleh berbeda, profesi boleh beragam, tetapi ketika Sang Merah Putih dikibarkan, seluruh warga berdiri dalam satu barisan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *