Mengenal Sejarah Sejak Dini, Disparbud Kabupaten Malang Gelar Belajar Bersama di Museum Singhasari
Kegiatan mewarnai di Museum Singhasari Kabupaten Malang. (Foto: Disparbud Kabupaten Malang)
BERITA PLUS, MALANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menggelar Kegiatan Belajar Bersama di Museum Singhasari bagi siswa-siswi tingkat TK dan PAUD, Rabu (19/8/2026).
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengenalkan museum, sejarah, budaya, dan lingkungan kepada anak-anak melalui pengalaman belajar yang interaktif, sederhana, dan menyenangkan.
Melalui program ini, anak-anak diajak menjelajahi museum bukan sekadar sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan sebagai ruang belajar dan rekreasi edukatif.
Pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap benda-benda budaya, karya seni, serta kehidupan masyarakat di masa lalu.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Malang, Hartono, menyampaikan bahwa penanaman kesadaran akan pentingnya menjaga warisan sejarah harus dimaksimalkan sejak dini.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan Museum Singhasari sejak usia dini sebagai tempat belajar, bermain, mengenal sejarah, budaya, seni, dan warisan budaya daerah melalui metode pembelajaran yang menyenangkan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar mengenalkan sejarah Kerajaan Singhasari lewat cerita dan pengamatan koleksi, program edukasi luar kelas ini juga difokuskan untuk membentuk karakter serta keterampilan dasar anak.
Melalui aktivitas mengamati, bertanya, dan berdiskusi sederhana, anak-anak dilatih untuk meningkatkan kemampuan observasi dan komunikasi.
Di samping itu, kegiatan praktik seni dan permainan edukatif yang disajikan turut mendorong perkembangan kreativitas serta imajinasi mereka.
Upaya mengenalkan warisan lokal ini juga melibatkan keterlibatan aktif dari lingkungan terdekat anak. Disparbud Kabupaten Malang mendorong para guru dan orang tua agar dapat meneruskan edukasi sejarah secara kreatif dan berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing.
Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, Disparbud Kabupaten Malang melangsungkan agenda khusus pada Rabu hingga Jumat, 19–21 Agustus 2026.
Rangkaian acara diisi dengan kegiatan mewarnai Mamamia dengan Hati, yang melibatkan peserta didik bersama orang tua masing-masing untuk melatih keterampilan estetis sekaligus mempererat hubungan emosional anak dan orang tua.
Selain kegiatan mewarnai, agenda tersebut juga diisi dengan sosialisasi pembelajaran sejarah lokal yang dapat diterapkan di rumah, serta program pengenalan koleksi Museum Singhasari.
Melalui integrasi antara edukasi, seni, dan keterlibatan keluarga, Museum Singhasari diharapkan semakin dikenal luas sebagai ruang publik serta sumber pembelajaran budaya yang inklusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
