October 16, 2026

Yudisium FISIP UNIRA Malang 2026: Cetak Sarjana Adaptif yang Berintegritas

0


Pendidikan
Yudisium FISIP UNIRA Malang 2026: Cetak Sarjana Adaptif yang Berintegritas

Anggota DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih dan Dekan FISIP UNIRA Malang Husnul Hakim Sy di acara Yudisium FISIP UNIRA Malang 2026. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang kembali melepas para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademiknya.

Prosesi pelepasan ini dikemas dalam acara Yudisium FISIP UNIRA Malang Tahun 2026 yang berlangsung khidmat pada Kamis (20/8/2026).

Mengusung tema “Becoming Adaptif Graduate with Integrity and Humanitarian Impact”, yudisium kali ini tidak sekadar menjadi seremoni akademik belakangan. Acara ini menjadi momentum refleksi mendalam atas tantangan nyata yang akan dihadapi para lulusan di tengah masyarakat, dunia kerja, dan kehidupan profesional yang terus berubah.

Dekan FISIP UNIRA Malang, Husnul Hakim Sy, MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi masa kini menghadapi realitas lingkungan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Disrupsi teknologi, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga transformasi dunia kerja yang sangat cepat menuntut lulusan untuk memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat (long-life learning).

“Kami ingin lulusan FISIP UNIRA Malang bukan hanya memiliki ijazah, tetapi memiliki kemampuan untuk membaca perubahan, beradaptasi terhadap perkembangan zaman, tetap memiliki integritas, dan mampu memberikan dampak kemanusiaan di tengah masyarakat,” ujar Husnul.

Husnul menambahkan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi selalu berjalan linear berdasarkan disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Oleh karena itu, FISIP UNIRA Malang berkomitmen membangun lulusan yang memiliki cara berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), keterampilan berkomunikasi, literasi teknologi, sekaligus kepekaan sosial.

“Teknologi boleh berubah, pekerjaan boleh berubah, bahkan profesi seseorang bisa berubah. Tetapi integritas, kemampuan berpikir, dan kepedulian terhadap manusia harus tetap menjadi fondasi,” lanjutnya.

Pandangan visioner ini diperkuat oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus aktivis perlindungan perempuan dan anak, Hikmah Bafaqih, yang hadir memberikan orasi ilmiah. Ia memaparkan perspektif segar mengenai makna esensial menjadi seorang sarjana di tengah pergeseran lanskap lapangan kerja. Menurutnya, keberhasilan seorang lulusan tidak lagi diukur dari kesesuaian jalur karier dengan program studi yang diambil.

“Menjadi sarjana hari ini tidak harus bekerja sesuai dengan jurusan. Menjadi sarjana itu sesuatu yang lebih berharga karena selama menjalani proses perkuliahan, seseorang dibentuk memiliki pola pikir yang berbeda dengan mereka yang tidak menjalani proses tersebut,” ungkap Hikmah.

Hikmah menjelaskan bahwa perguruan tinggi menanamkan soft skills yang kuat—mulai dari cara menganalisis masalah, mengambil keputusan, hingga merumuskan solusi terstruktur. Melalui ilustrasi konkret, ia mencontohkan bahwa seorang sarjana Psikologi tidak harus selamanya menjadi psikolog. Mereka bisa berkarier sebagai birokrat, aktivis, pengusaha, bahkan petani.

“Ketika seorang sarjana Psikologi menjadi seorang petani, dia akan berbeda dalam menghadapi persoalan pertanian. Karena dia membawa cara berpikir, pengalaman belajar, kemampuan menganalisis, dan kemampuan menyelesaikan masalah yang diperoleh selama proses pendidikan,” jelas Hikmah.

Melalui yudisium ini, FISIP UNIRA Malang yang menaungi dua program studi strategis yaitu Ilmu Pemerintahan dan Psikologi berharap para alumni baru mampu membawa ilmu mereka ke ruang publik yang lebih luas. Menjadi “adaptif” bukan berarti kehilangan prinsip, melainkan kelincahan menyesuaikan diri tanpa menggadaikan identitas diri, integritas, dan nilai kemanusiaan.

Yudisium FISIP 2026 menjadi titik awal perjalanan baru bagi para sarjana UNIRA Malang untuk membuktikan diri sebagai manusia pembelajar yang siap membaca persoalan, menemukan solusi, dan menghadirkan manfaat nyata di mana pun mereka berada. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *