October 17, 2026

Di Balik Rencana Latih 5.000 Guru Jatim, Jejak HGI dan Higgs Domino Jadi Pertanyaan

0


News
Di Balik Rencana Latih 5.000 Guru Jatim, Jejak HGI dan Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai (Istimewa)

BERITA PLUS, SURABAYA – Kerja sama Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology memasuki wilayah yang lebih sensitif. Di satu sisi, kerja sama tersebut membawa agenda pengembangan kecerdasan buatan (AI), animasi, konten digital, dan pendidikan vokasi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai latar belakang korporasi pihak yang diajak bekerja sama.

Pertanyaan itu tidak muncul tanpa sebab. Nama HGI Research Centre dan BOKE Technology disebut memiliki keterkaitan dengan ekosistem bisnis HGI yang sebelumnya dikenal publik melalui platform permainan Higgs Domino Island (HDI). Informasi mengenai hubungan tersebut kini menjadi salah satu hal yang perlu diverifikasi Dindik Jatim sebelum kerja sama pendidikan diperluas.

Kerja sama bermula ketika Dindik Jatim menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan HGI Research Centre di Shanghai, Tiongkok, pada 11 Juni 2026. Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan vokasi melalui pengembangan talenta digital, AI, animasi, serta mempertemukan kebutuhan sekolah dengan perkembangan industri.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai terlihat bersama sejumlah perwakilan HGI.

Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan Aries mengenakan kaus dengan gambar karakter Leon yang dikenal sebagai salah satu ikon dalam ekosistem permainan HGI. Sosok Mr. Rey yang disebut sebagai perwakilan HGI juga tampak dalam sejumlah agenda kunjungan.

Rangkaian itu kemudian berlanjut. Pada Juli 2026, Dindik Jatim mulai menjajaki program Game+ Education, termasuk rencana pelatihan pemanfaatan AI bagi 5.000 guru SMK di Jawa Timur. Perwakilan BOKE Technology bahkan mengunjungi sejumlah SMK yang memiliki kompetensi di bidang animasi di Malang, Singosari dan Surabaya pada 23 Juli 2026.

Skala program tersebut membuat persoalan mengenai identitas dan rekam jejak mitra menjadi semakin penting. Sebab, kerja sama yang dibicarakan menyentuh lingkungan sekolah dan akan melibatkan ribuan guru. Karena itu, latar belakang perusahaan, struktur afiliasi, sumber pembiayaan hingga ruang lingkup kegiatan perlu dipastikan secara terbuka.

Aries mengatakan sejak awal Dindik Jatim melihat kerja sama tersebut dari kebutuhan pendidikan, terutama peningkatan kompetensi guru dan siswa SMK. “Dasar utama kami adalah kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi pendidikan guru dan murid SMK Jawa Timur, khususnya pada bidang Artificial Intelligence, animasi, digital content, dan teknologi kreatif,” kata Aries.

Ketika ditanya mengenai informasi yang mengaitkan HGI Research Centre dan BOKE Technology dengan entitas yang berada di balik Higgs Domino Island, Aries mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Kami tidak mengetahui, terima kasih atas informasi dan kami memandangnya sebagai masukan untuk melakukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya, Surabaya Jumat (21/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan afiliasi korporasi menjadi pekerjaan rumah sebelum kerja sama diteruskan. Aries mengatakan Dindik Jatim akan mengevaluasi kerja sama apabila hasil verifikasi menemukan persoalan hukum, afiliasi perusahaan maupun aspek lain yang tidak sejalan dengan prinsip pendidikan.

“Kalaupun kerja sama pendidikan dilanjutkan, ruang lingkupnya harus secara tegas terbatas pada pendidikan, peningkatan kompetensi guru, AI, animasi, teknologi kreatif dan penguatan link and match SMK dengan perkembangan industri,” katanya.

Sorotan terhadap hubungan Aries dengan HGI juga muncul dari kehadirannya dalam Surabaya Domino Tournament 2026 di Grand City Convention Hall Surabaya pada April 2026. Dalam kegiatan yang didukung HGI tersebut, Aries terlihat berada di atas panggung dan menyerahkan hadiah secara simbolis kepada salah satu pemenang.

Aries menyebut kehadirannya tidak berkaitan dengan tugas kedinasan. Ia mengaku hadir karena mendapat undangan dari panitia secara pribadi.

“Saya diundang panitia yang kebetulan panitia kenal dengan saya, jadi bukan dari sponsor. Saya diundang bukan sebagai Kepala Dinas Pendidikan, tapi atas nama pribadi karena panitianya kenal dengan saya dan kegiatannya malam hari di luar tugas saya sebagai Kepala Dinas,” jelasnya.

Namun, dua rangkaian peristiwa tersebut kehadiran dalam turnamen yang didukung HGI dan kemudian kerja sama kelembagaan dengan HGI Research Centre menimbulkan pertanyaan mengenai batas antara hubungan personal dan hubungan institusional. Terlebih, kerja sama pendidikan tersebut berpotensi menjangkau ribuan guru dan peserta didik.

Pertanyaan itu menjadi semakin relevan jika melihat rekam jejak Higgs Domino Island. Pada 8 Agustus 2023, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan telah melakukan pemutusan akses serta take down aplikasi Higgs Domino Island dari Google Play Store dan Apple App Store dalam penanganan konten perjudian online.

Meski demikian, rekam jejak tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa program pendidikan yang dijajaki Dindik Jatim memiliki keterkaitan dengan aktivitas perjudian. Justru karena itulah verifikasi terhadap hubungan hukum dan korporasi antarpihak menjadi penting agar tidak terjadi pencampuran antara agenda pendidikan dan kepentingan komersial lain.

Aries menegaskan Dindik Jatim tidak akan memberikan ruang bagi kepentingan perjudian online masuk ke lingkungan pendidikan.

“Tidak ada ruang bagi promosi judi online, transaksi chip, aktivitas perjudian maupun pemasaran platform kepada murid,” tegasnya.

Ia juga memastikan aspek perlindungan peserta didik akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kelanjutan kerja sama. “Apabila berdasarkan hasil verifikasi terdapat aspek lain, etik maupun afiliasi perusahaan yang tidak sesuai dengan prinsip tersebut, maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tentu akan mengevaluasi bahkan tidak melanjutkan kerja sama,” ujar Aries.

Dengan demikian, agenda berikutnya bukan sekedar mengejar target pelatihan AI bagi 5.000 guru SMK. Dindik Jatim juga perlu memastikan siapa mitranya, siapa pemilik dan operatornya, bagaimana hubungan antarentitas tersebut, serta sejauh mana kepentingan bisnis dikecualikan dari agenda pendidikan.

Hasil verifikasi Dindik Jatim nantinya akan menjadi penentu. Apakah kerja sama tersebut benar-benar terbatas pada pengembangan kompetensi pendidikan dan teknologi, atau justru terdapat permasalahan lain yang harus dipertimbangkan sebelum program dilanjutkan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *