October 16, 2026

Jalan Gayeng Horor Purwonegoro Banjarnegara, Hantu-Hantu Seram Turun ke Jalan

0


News
Jalan Gayeng Horor Purwonegoro Banjarnegara, Hantu-Hantu Seram Turun ke Jalan

Peserta tampil dengan kostum menyeramkan dalam Jalan Gayeng Horor di Desa Purwonegoro, Banjarnegara, Sabtu (22/8/2026) malam. (Foto; Iwan Setiawan/ Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BANJARNEGARA – Jalanan Desa Purwonegoro, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, mendadak dipenuhi sosok-sosok menyeramkan. Pocong, kuntilanak, genderuwo, tuyul hingga berbagai karakter horor lainnya turun ke jalan dan membuat suasana malam semakin mencekam.

Namun, jangan salah sangka. Mereka bukan hantu sungguhan, melainkan warga yang mengenakan kostum dan riasan menyeramkan dalam kegiatan Jalan Gayeng Horor, yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini dimulai pukul 20.00 WIB, Sabtu (22/8/2026). Jalan Gayeng Horor merupakan kegiatan yang digelar dua tahunan sebagai wadah kebersamaan pemerintah desa dan masyarakat.

Tak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga membawa pesan unik. Pemerintah Desa Purwonegoro memberikan ruang kepada masyarakat untuk menampilkan berbagai karakter yang mereka ibaratkan sebagai “setan” yang ada dalam diri manusia.

Kepala Desa Purwonegoro, Renda Sabita Noris, mengatakan masyarakat diberikan ruang untuk mengekspresikan sekaligus mengenali karakter tersebut, sehingga diharapkan mampu mengendalikan sisi negatif dalam dirinya.

“Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk kebersamaan antara pemerintah desa dengan masyarakat. Kami berupaya memberikan ruang atau panggung kepada masyarakat untuk menampilkan berbagai karakter yang selama ini mereka ibaratkan sebagai ‘setan’ yang ada di dalam diri manusia.” ujarnya.

Menurut Renda, melalui kegiatan tersebut masyarakat diharapkan dapat melakukan refleksi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dengan diberikan ruang untuk mengekspresikan dan mengenali karakter tersebut, secara otomatis mereka diharapkan mampu mengendalikan ‘setan’ yang ada di dalam dirinya masing-masing. Sehingga, insya Allah, setelah kegiatan ini masyarakat bisa menjadi lebih baik, baik dalam perilaku maupun dalam kehidupan bermasyarakat.” imbuhnya.

Tahun ini, sebanyak 33 peserta mengikuti Jalan Gayeng Horor. Peserta berasal dari 31 RT di Desa Purwonegoro, ditambah dua perwakilan dari PGRI dan SMA Negeri 1 Purwanegara.

Salah satu peserta, Olivia, tampil sebagai Mama Lampir dengan riasan luka di bagian pipi. Ia mengaku mulai mempersiapkan kostum dan riasannya sejak pukul 15.00 WIB.

“Persiapannya aku dari jam tiga sampai tadi baru selesai. Senang banget, yang nonton juga antusias banget. Banyak penampilan yang bagus-bagus dan serem-serem.” katanya.

Tidak hanya peserta, warga yang menyaksikan juga mengaku menikmati suasana Jalan Gayeng Horor. Salah satunya Imara. Ia menyebut kegiatan tersebut seru, menarik, sekaligus menakutkan karena banyak karakter hantu yang ditampilkan.

“Suasananya sangat seru, sangat menarik, sangat menakutkan, mengerikan, karena banyak hantu juga. Sempat takut, tapi seru. Rasanya ingin terus melihat karena penasaran dengan berbagai penampilan yang ada.” kata Imara. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *