Pelayanan Publik DPUPR Jember Era Gus Fawait, Dinilai Masih ‘Buruk’
Team Work
– 25 August 2026 | 11:08 – Dibaca 0 kali
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jember saat terkesan menghindar dari kejaran wartawan (Foto: Team Work)
BERITA PLUS, JEMBER – Kejadian kurang mengenakkan terjadi di kantor Dinas Pekeraan Umum dan Penataan Ruang saat sejumlah advokat dibuat kecewa oleh oknum kepala dinas era Gus Fawait, Senin (24/08/2026).
Para praktisi hukum ini, dibuat menunggu selama 3 jam lamanya mulai jam 12.00 WIB hingga jam 15.00 WIB tanpa kepastian.
Hanya demi bertemu dengan seorang kepala dinas untuk berkoordinasi dan menyampaikan surat dari kliennya.
Awalnya, advokat ini ditemui seorang petugas jaga dan menyampaikan kalau plt. kepala dinas PUPR masih ikut rapat zoom meting bersama Bupati Fawait.
Sesampainya di bagian pelayanan, para advokat mengisi buku tamu dan menyampaikan tujuannya dan mengikuti arahan sesuai prosedur.
“Ditunggu saja mas, bapak masih rapat zoom bersama bupati. Sudah tadi rapatnya,” katanya, di hadapan awak media.
Hingga jarum jam menunjukkan pukul 14.00 WIB kepala dinas tidak kunjung keluar dari dalam kantornya.
Sekira jam 03.00 WIB tiba-tiba, kepala dinas keluar terburu-buru dan terkesan menghindar dari kejaran wartawan.
“Maaf saya kesusu. Kalau mau ditunggu, silahkan ditunggu,” katanya sambil menutup kaca mobilnya.
Saat ditanya ditunggu sampai jam berapa, dia tidak memberikan jawaban pasti.
Salah seorang kuasa hukum Oktavian Bagas Priambodo, SH menyesalkan sikap kepala dinas DPUPR Jember.
Bagas menilai, pelayanan publik adalah wajah nyata kehadiran pemerintah yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Sebagai pelayan publik, seharusnya figur seorang kepala dinas representasi pemerintah tidak boleh mempertontonkan sikap acuh dan terkesan menghindar kepada tamu.
“Ini kantor pelayanan publik, yang harusnya melayani. Andaikan tidak mau ditemui, harusnya dari awal menyampaikan bukan justru menggantung,” kata Bagas menyayangkan.
Bagas memandang, sikap kepala Organisasi Perangkat Daerah OPD harusnya memberikan pelayanan prima justru sebaliknya.
“Bukan justru terbalik. Padahal sudah tertulis di dinding pelayanan. Bupati Fawait harus mengevaluasi pola kepemimpinan seperti ini,” ucapnya.
Lebih jauh Bagas menilai, standart pelayanan dari Dinas PUPR Jember masih jauh dari standart pelayanan.
“Masih jauh. Kepala dinasnya terkesan seperti raja kecil. Ini yang datang adalah kami penegak hukum yang memiliki legal standing apalagi rakyat kecil yang menghadap bagaimana,” katanya.
Dari kejadian itu, timnya berencana akan melaporkan kejadian itu ke ketua DPRD dan Bupati Jember agar dievaluasi.
“Kalau perlu kita laporkan ke Ombusdman RI tahu kelakuan oknum kepala dinas itu. Kita tunggu, pelayanan publiknya masih terkesan buruk ” tegasnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
