Dikira Razia, JUPE Polsek Gubeng Buka Cara Baru Polisi Mendekat ke Warga
Jefri Hadi
– 29 August 2026 | 09:08 – Dibaca 0 kali
Kegiatan toleransi sosial dikemas Jumat Peduli (Jumat Peduli) Polsek Gubeng lebih dekat cara polisi merangkul masyarakat berbagi berkah. (Foto: Yulian/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SURABAYA – Kehadiran sejumlah polisi berseragam di tepi jalan biasanya cukup untuk membuat pengguna jalan menoleh. Tidak sedikit yang mengira sedang berlangsung razia, Jumat (28/8/2026).
Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro mengatakan JUPE menjadi salah satu cara untuk membuka ruang perjumpaan yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat.
“Kami dari Polsek Gubeng berkolaborasi dengan Kecamatan Gubeng. Kegiatan kali ini adalah membagikan makanan gratis. Warga atau masyarakat sekitar bisa singgah atau mampir di Polsek Gubeng,” kata Sugarda.
Namun, sebutnya pemandangan berbeda terlihat di depan Polsek Gubeng, Surabaya, anggota kepolisian bhabinkamtibmas yang berdiri di pinggir jalan tidak menghentikan kendaraan untuk memeriksa surat-surat.
Mereka justru membawa papan ajakan dan mempersilakan warga mampir ke halaman Polsek Gubeng. Di sana, sekitar 200 porsi nasi rawon telah disiapkan.
Kegiatan tersebut, ungkap Sugarda merupakan bagian dari JUPE atau Jumat Peduli, program sosial hasil kolaborasi Polsek Gubeng, Kecamatan Gubeng, serta unsur RT di kawasan Barata Jaya.
“Program ini menghadirkan sarapan gratis bagi masyarakat yang melintas, mulai pengemudi ojek online, tukang becak, hingga warga yang memulai aktivitas sejak pagi,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut akan dikembangkan sebagai agenda rutin. JUPE direncanakan berlangsung satu kali setiap bulan, tepatnya pada Jumat terakhir.
“Kami akan membuat terobosan kreatif ini satu bulan satu kali, pada akhir bulan di hari Jumat,” urainya.
Bagi Sugarda, pembagian sarapan gratis bukan semata kegiatan berbagi makanan. Ada upaya membangun kedekatan melalui interaksi sederhana yang berlangsung di luar suasana formal pelayanan kepolisian.
Karena itu, lanjutnya di halaman Polsek Gubeng dibuka sebagai ruang pertemuan. Warga yang sebelumnya hanya melintas dipersilakan singgah, menikmati sarapan, lalu berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian.
Menurutnya, ajakan tersebut perlahan mengubah suasana Jumat pagi. Sebagian warga datang karena penasaran, sebagian lagi memanfaatkan kesempatan untuk mengisi tenaga sebelum kembali bekerja.
Sugarda bersama Camat Gubeng Annita Hapsari Oktorina turut turun langsung membagikan makanan. Kehadiran keduanya memperlihatkan kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah wilayah dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Di sisi lain, Annita melihat JUPE sebagai bentuk sinergi yang dapat memperluas manfaat program sosial di tingkat wilayah. Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur membuat kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
“Kegiatan hari ini merupakan Jumat Peduli dari Polsek Gubeng yang bekerja sama dengan kami dan RT Barata Jaya. Diharapkan masyarakat bisa mendapatkan sarapan gratis dan menambah semangat untuk beraktivitas,” kata Annita.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut selaras dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dibangun di lingkungan masyarakat, termasuk melalui program Kampung Pancasila Pemerintah Kota Surabaya.
Kolaborasi itu juga memperlihatkan pendekatan yang lebih sederhana dalam membangun kedekatan dengan warga, tuturnya menambahkan.
Kegiatan ini, sebut Annita melibatkan unsur Pemerintah kecamatan, kepolisian, dan masyarakat bertemu dalam satu kegiatan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan.
Salah seorang warga yang menikmati sarapan gratis mengaku terbantu. Ia bahkan memberikan penilaian sederhana terhadap menu yang disediakan.
“Alhamdulillah rawonnya enak dan bisa kenyang,” ujarnya.
Bagi warga yang memulai pekerjaan sejak pagi, seporsi makanan hangat tentu memiliki arti tersendiri. Namun, kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan lain, kantor polisi yang biasanya didatangi untuk mengurus persoalan tertentu, pada Jumat pagi itu justru menjadi tempat singgah untuk sarapan.
Di tengah lalu lintas Gubeng yang ramai, JUPE menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Polisi yang semula mungkin disangka sedang melakukan razia ternyata berdiri untuk mengajak warga berhenti dan menikmati sarapan.
“Dari 200 porsi nasi rawon yang dibagikan, terdapat pesan yang ingin dibangun melalui kolaborasi Polsek dan Kecamatan Gubeng. Kepedulian sosial tidak selalu harus hadir dalam program besar,” imbuhnya.
Kadang, kedekatan cukup dimulai dengan membuka pintu, mengajak singgah, dan berbagi sarapan sebelum hari kembali berjalan, tutup sugarda berbagi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Alfiana Putri |
