October 17, 2026

Ketua DPRD Trenggalek Ikuti Jamasan Pusaka Jelang Hari Jadi ke-832

0


Advertorial
Ketua DPRD Trenggalek Ikuti Jamasan Pusaka Jelang Hari Jadi ke-832

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi saat mengikuti jamasan pusaka jelang hari jadi. (Foto: Wahyu/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, TRENGGALEK – Menjelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menggelar tradisi jamasan pusaka di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Sabtu (29/8/2026).

Sekitar 14 pusaka dijamas menggunakan tradisi Jawa. Prosesi tersebut diikuti para pejabat dengan mengenakan pakaian adat Jawa.

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, mengatakan jamasan pusaka merupakan prosesi untuk membersihkan pusaka-pusaka peninggalan pemerintahan Trenggalek terdahulu.

“Ya, kita hari ini kan melaksanakan jamasan pusaka ya. Artinya kita membersihkan pusaka-pusaka yang ada di Trenggalek,” kata Doding.

Menurutnya, pusaka yang dijamas memiliki beragam bentuk, mulai tombak, payung hingga peninggalan lainnya. Salah satunya adalah Prasasti Kamulan.

“Jadi, pusaka-pusaka itu bermacam-macam dari tombak, payung, dan sebagainya itu peninggalan-peninggalan dari pemerintahan kita Trenggalek yang dahulu. Terus ada juga ini Prasasti Kamulan,” ujarnya.

Doding menilai keberadaan pusaka tersebut mengandung filosofi agar masyarakat tidak melupakan sejarah dan akar leluhur Trenggalek.

“Itu semuanya mengandung filosofi bahwa kita tidak boleh lupa dengan sejarah akar leluhur kita,” jelasnya.

Doding kemudian menjelaskan filosofi yang terkandung dalam salah satu pusaka Trenggalek, yakni tombak Korowelang.

Menurutnya, nama Korowelang memiliki pesan dari para leluhur dan pendiri Trenggalek mengenai tanggung jawab seorang pemimpin terhadap masyarakat.

Kaya namanya tombak kita itu Korowelang. Itu di situ mengandung filosofi, mengandung pesan dari para leluhur kita, pendiri Trenggalek bahwa seorang pemimpin, rakyat itu harus memperhatikan dua perkara, ungkapnya.

Ia menjelaskan, kata “koro” dimaknai sebagai perkara. Artinya, seorang pemimpin mempunyai tugas menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Koro-koro itu masalah. Perkara-perkara rakyat itu memuat pemimpin harus menyelesaikan permasalahan di rakyat,” katanya.

Sementara “welang” dimaknai sebagai piwulang atau pembelajaran. Pemimpin juga dituntut memberikan pendidikan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Juga welang itu piwulang. Jadi, sebagai pemimpin juga harus memberi pembelajaran, memberi pendidikan, kesehatan kepada masyarakat yang baik,” jelas Doding.

Oleh karena itu, pesan tersebut dinilai masih relevan untuk menjadi pedoman bagi para pemimpin di Trenggalek.

“Sebagai pemimpin di Trenggalek kita harus bisa benar-benar bekerja menyelesaikan permasalahan yang ada di Trenggalek. Terus nanti mengajarkan pendidikan kepada masyarakat kita yang baik,” tegasnya.

Selain tombak Korowelang, Doding juga menyinggung filosofi payung Songsong Hawa Tunggal Bawono.

Menurutnya, payung tersebut menggambarkan seorang pemimpin yang harus mampu memayungi seluruh kemaslahatan masyarakat Trenggalek.

“Ya, kaya payung Songsong Hawa Tunggal Bawono misalkan itu seorang pemimpin harus memayungi seluruh kemaslahatan Trenggalek baik dari itu secara kehidupan rakyatnya, secara ekonomi, secara kesehatan, secara alam kita harus memberi sumbangsih yang baik pada masyarakat,” ujarnya.

Doding menyebut berbagai pusaka yang dijamas bukan sekedar benda peninggalan sejarah. Di dalamnya terdapat pesan moral dari para leluhur yang perlu dijaga dan dipahami bersama.

“Jadi, ini adalah pesan moral yang ditinggalkan oleh para leluhur kita yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.

Sementara itu, pelaksanaan Hari Jadi ke-832 Trenggalek tahun 2026 mengusung tema “Hambeging Bumi”. 

Tema tersebut mengajak masyarakat untuk tidak melupakan jati diri Kabupaten Trenggalek yang tumbuh dan berkembang dari bumi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wahyu Asmoro
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *