October 16, 2026

DPRD Trenggalek Kebut Pembahasan APBD Perubahan 2026

0


Advertorial
DPRD Trenggalek Kebut Pembahasan APBD Perubahan 2026

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi. (Foto: Wahyu/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, TRENGGALEK – DPRD Trenggalek mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 agar dapat segera ditetapkan dan dilaksanakan.

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, mengatakan berdasarkan hasil konfirmasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), nota perubahan APBD dijadwalkan masuk pada 1 September 2026.

“Tadi kita konfirmasi ke TAPD itu tanggal 1 itu sudah masuk nota perubahan APBD,” kata Doding.

Ia berharap pembahasan dapat dikebut sehingga dalam waktu sekitar 10 hari proses tersebut dapat diselesaikan. Selanjutnya, rencana perubahan APBD akan dikirimkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Mudah-mudah nanti kita kebut 10 hari bisa selesai sehingga bisa kita kirim rencana tanggal 8 kita kirimkan ke provinsi sehingga jadi peraturan daerah segera bisa cepat dieksekusi di bulan Oktober,” ujarnya.

Percepatan pembahasan APBD Perubahan tersebut salah satunya berkaitan dengan rencana penggunaan pinjaman daerah untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Doding juga mengatakan berdasarkan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, proses pinjaman daerah tersebut saat ini telah memasuki tahap lelang.

“Tadi kami konfirmasi ke kepala dinas PU bahwa proses untuk pinjaman daerah itu sekarang sudah masuk tahap lelang,” katanya.

Ia berharap proses lelang segera dimenangkan oleh pemenang sehingga jalan pembangunan dapat segera dilaksanakan. “Dan mudah-mudahan kita berharap juga bisa segera ada pemenangnya sehingga bisa segera dikerjakan,” ujarnya.

Menurut Doding, pengerjaan jalan diharapkan dapat dilakukan saat musim kemarau. “Mumpung kita lagi musim kemarau karena musim kemarau ini kalau bikin jalan hotmic itu pasti hasilnya bagus kan itu,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan tersebut menghasilkan jalan yang baik dan dapat dinikmati masyarakat. “Jadi kita berharap hasilnya bisa bagus-bagus, bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Total pinjaman daerah yang telah disesuaikan menjadi Rp 64,5 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 41 miliar dialokasikan pada tahun 2026 untuk infrastruktur jalan.

Sementara sekitar Rp 23,5 miliar dialokasikan pada tahun 2027 untuk sektor pariwisata dan kota atraktif. “Iya, nominalnya dari semula 70 mili menjadi 64,5 miliar. Rinciannya menjadi 41 miliar itu ada di tahun 2026 untuk infrastruktur jalan tadi.

Sedangkan sisanya sekitar 23,5 miliar itu pada tahun 2027 untuk sektor pariwisata dan kota atraktif,” jelas Doding.

Dari alokasi Rp 41 miliar untuk infrastruktur jalan, pembangunan direncanakan tersebar di 12 titik di sejumlah kecamatan. “Di jalan rencana ada di 12 titik yang tersebar ya, tersebar di beberapa kecamatan,” ungkapnya.

Sementara itu, tertunda sebagian pinjaman untuk sektor pariwisata yang berkaitan dengan kompleksitas pembangunan yang memerlukan tahapan waktu yang lebih panjang. Salah satunya rencana pembangunan Hotel Prigi yang masih memerlukan penyesuaian terkait status lahan dan perencanaan.

Selain dana pinjaman, dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 terdapat anggaran sekitar Rp40 miliar yang akan tersebar di seluruh Kabupaten Trenggalek.

“Ya itu, jadi anggaran dari pinjaman itu sekitar 41, terus ini di PAK ini ada sekitar 40-an kan begitu yang nanti akan tersebar di seluruh Kabupaten Trenggalek. Dan mudah-mudahan bisa segera kita laksanakan,” ujar Doding. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wahyu Asmoro
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *