Menghidupkan Memori Panarukan: Diplomasi Rasa ala Mas Rio Antarkan Situbondo Raih Penghargaan Nasional
Syamsuri
– 30 August 2026 | 14:08 – Dibaca 0 kali
Mas Rio saat menawarkan potongan mangga arumanis asli Situbondo kepada para pengunjung, dan juga perwakilan pejabat negara. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, JAKARTA – Kabupaten Situbondo berhasil mengukuhkan posisinya di panggung nasional setelah dinobatkan sebagai peraih penghargaan Best Trade Promotion Category dalam ajang APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (29/8/2026).
Pencapaian ini tidak lepas dari strategi “diplomasi rasa” dan pendekatan personal yang dipimpin langsung oleh sang kepala daerah.
Berbeda dengan pendekatan birokrasi konvensional yang cenderung pasif, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memilih turun langsung ke lapangan saat pembukaan eksibisi.
Pria yang akrab disapa Mas Rio tersebut secara aktif menawarkan potongan mangga arumanis asli Situbondo kepada para pengunjung, termasuk kepada perwakilan pejabat negara seperti Wakil Menteri yang hadir di lokasi.
Bagi Mas Rio, promosi daerah tidak boleh berhenti pada sekadar memajang komoditas di dalam etalase stan.
“Kita harus bekerja keras untuk mengenalkan Situbondo dan produk-produknya. Situbondo adalah kabupaten UMKM,” ujar Mas Rio setelah menerima penghargaan.
Di balik interaksi taktis tersebut, terdapat misi besar untuk merajut kembali memori kolektif masyarakat Indonesia terhadap sejarah panjang kawasan tapal kuda.
Mas Rio memanfaatkan momentum dialog dengan pengunjung dari berbagai daerah untuk mengedukasi kembali posisi strategis Besuki dan Panarukan yang kini menjadi bagian dari Situbondo sebagai pusat perdagangan utama dan titik krusial jalur penyeberangan masa lalu.
“Kami ingin me-recalling memori masyarakat bahwa di ujung timur Pulau Jawa ini, ada sebuah kabupaten yang dilintasi Jalan Pantura dan pernah berjaya dengan pelabuhan terbesarnya bernama Panarukan,” tambahnya.
Selain komoditas mangga yang menjadi daya tarik utama, Situbondo juga membawa portofolio produk lokal unggulan lainnya seperti kopi, gula tebu, tembakau, hingga rengginang untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah.
Penghargaan berskala nasional ini diharapkan menjadi katalisator baru bagi perluasan akses pasar produk lokal sekaligus menegaskan bahwa sejarah dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan demi kemajuan daerah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Alfiana Putri |
