October 16, 2026

Kejari Blora Peringati Harlah Kejaksaan ke-81 Lewat Aksi Kemanusiaan dan Refleksi Keagamaan

0


Pelayanan Publik
Kejari Blora Peringati Harlah Kejaksaan ke-81 Lewat Aksi Kemanusiaan dan Refleksi Keagamaan

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Blora. (Foto: Dok.Suaraindonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Blora tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora mengemas peringatan tersebut dengan pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan aksi donor darah yang manfaatnya ditujukan langsung bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Kantor Kejari Blora, Senin (31/8/2026). Dua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan makna pengabdian melalui penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Kepala Kejari Blora Khristiya Lutfiasandhi mengatakan peringatan Harlah Kejaksaan menjadi momentum untuk memperkuat nilai yang menjadi dasar dalam menjalankan tugas.

Ia menilai keteladanan, kejujuran dan amanah harus terus melekat dalam pelaksanaan tugas aparat penegak hukum.

“Pengajian ini menjadi momentum memperkuat nilai keimanan, keteladanan, dan kebersamaan,” ujar Khristiya.

Dari Refleksi Keagamaan hingga Aksi Kemanusiaan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diisi tausiyah oleh KH Minardi. Kegiatan diikuti jajaran Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, seluruh pegawai Kejari Blora, serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Blora Ny. Lis Khristiya bersama pengurus.

Khristiya mengatakan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan bagi jajaran Kejari Blora untuk mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan amanah sebagai aparat penegak hukum.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi kesempatan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kejujuran, amanah, serta sikap humanis,” katanya.

Setelah pengajian, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi donor darah. Kejari Blora menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.

Aksi donor darah tersebut melibatkan personel dari berbagai unsur. Selain jajaran Kejari Blora, peserta berasal dari Kodim 0721/Blora, Yonif 410/Alugoro, Yonif TP Kabupaten Blora serta Subdenpom Blora.

Dari kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Blora berhasil mengumpulkan 67 kantong darah. Puluhan kantong darah yang diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah untuk kebutuhan masyarakat.

Bagi pendonor, memberikan darah merupakan tindakan yang sederhana. Namun bagi pasien yang membutuhkan transfusi, darah yang tersedia dapat menjadi bagian penting dalam mendapatkan bantuan medis.

Khristiya mengatakan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat diwujudkan dalam momentum Harlah Kejaksaan. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bentuk.

“Harapannya, darah yang terkumpul dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan sosial tersebut juga menjadi ruang kolaborasi lintas instansi di Kabupaten Blora. Jajaran Kejari, TNI dan PMI bersama-sama mengambil bagian dalam aksi yang berorientasi pada kepentingan kemanusiaan.

Rangkaian Harlah Kejaksaan ke-81 tersebut sejalan dengan tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.” Tema itu menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui integritas sekaligus kehadiran yang memberikan manfaat.

Kejaksaan memiliki tugas utama dalam penegakan hukum. Namun, melalui kegiatan donor darah, jajaran Kejari Blora menunjukkan pengabdian sisi lain yang menyentuh langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Respons positif juga datang dari warga. Sukirah, salah seorang warga Blora, menyambut baik kegiatan sosial yang digelar Kejari Blora dalam rangka memperingati Harlah Kejaksaan ke-81.

Menurutnya, keterlibatan aparat penegak hukum dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Terlebih lagi kebutuhan darah dapat muncul sewaktu-waktu dan mencakup keselamatan pasien.

Sebanyak 67 kantong darah akhirnya menjadi hasil konkret dari aksi tersebut. Namun, makna kegiatan tidak berhenti pada jumlah kantong yang terkumpul.

Di balik setiap kantong darah terdapat kontribusi seorang pendonor dan harapan bagi orang lain. Darah tersebut nantinya akan menjadi bagian dari persediaan yang dapat digunakan ketika masyarakat membutuhkan.

Pengajian dan donor darah pun menghadirkan dua pesan dalam satu momentum. Pengajian penguatan sisi spiritual dan keteladanan, sementara donor darah menerjemahkan kepedulian dalam bentuk tindakan nyata.

Bagi Kejari Blora, semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah Harlah Kejaksaan selesai diperingati. Integritas, amanah, sikap humanis dan kepedulian sosial diharapkan terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari.

Harlah Kejaksaan ke-81 akhirnya bukan hanya tentang perjalanan sebuah institusi. Di Blora, peringatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat dapat dibangun melalui kerja yang berintegritas sekaligus kepedulian yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dari sebuah pengajian hingga 67 kantong darah, Kejari Blora menyampaikan pesan sederhana tentang pengabdian tidak cukup hanya dilakukan dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang memberi manfaat bagi sesama. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Ezra Vandika
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *