September 16, 2026

DPR RI Dorong Investigasi KM Virgo Transport 8 Lebih Menyeluruh

0


News
DPR RI Dorong Investigasi KM Virgo Transport 8 Lebih Menyeluruh

Bambang Haryo Soekartono menyoroti investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8. (Foto: Dok. suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, SURABAYA – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta kecelakaan KM Virgo Transport 8 ditelusuri menyeluruh, tanpa langsung mengaitkannya dengan usia kapal sebagai penyebab utama.

Menurut BHS, investigasi harus mencakup kapasitas muatan, stabilitas kapal, kondisi awak, peralatan keselamatan, serta kesesuaian operasional ketika kapal berlayar menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Politikus Fraksi Gerindra itu menilai KM Virgo Transport 8 masih tergolong layak secara teknis, sehingga faktor usia belum cukup untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.

BHS mencontohkan, di sejumlah negara masih terdapat kapal berusia puluhan hingga lebih dari 100 tahun yang tetap beroperasi. Di Swedia, misalnya, terdapat M/S Enköping yang dibangun pada 1868 dan kini berusia sekitar 158 tahun. “Kapal tersebut disebut sebagai kapal penumpang tertua di dunia yang masih beroperasi,” ungkapnya.

Di Denmark, tambahnya, terdapat S/S Hjejlen yang dibangun pada 1861. Kapal uap tersebut disebut sebagai kapal uap tertua di Denmark dan paddle steamer berbahan bakar batu bara tertua di dunia yang masih beroperasi dengan mesin aslinya. Pada 2026, usianya mencapai sekitar 165 tahun.

Sementara di Kanada terdapat RMS Segwun yang dibangun pada 1887 dan tercatat sebagai kapal uap tertua yang masih beroperasi di Amerika Utara. Di Hong Kong, sejumlah kapal ferry juga memiliki usia puluhan tahun, dengan beberapa armada dibuat pada 1950–1960-an. Sementara di Italia terdapat kapal yang disebut dirancang pada 1513 oleh Maestro Leonardo Da Vinci dan bernama Ferry Leonardo.

BHS menjelaskan kapal berusia puluhan tahun tetap dapat beroperasi apabila menjalani perawatan, pengedokan, pembaruan kelas, serta penggantian komponen sesuai ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku.

Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya tersebut menyebut sertifikasi kapal dilakukan berlapis, meliputi konstruksi, permesinan, perlengkapan keselamatan, hingga kelayakan kru melalui mekanisme pengawasan terkait secara berkala.

“KM Virgo Transport 8 ini masih relatif muda yaitu 39 tahun. Apalagi kapal ex Jepang mempunyai teknologi yang tinggi. Bahkan plat dari kapal Jepang semua menggunakan plat high tensile, yang mempunyai kekuatan tekuk, tekan, dan tarik (strength) yang sangat kuat. Seperti hal nya kapal-kapal dari negara negara maju Eropa. Makanya kapal kapal ex Jepang yang ada di Indonesia walaupun berusia tua kondisinya masih bagus dan mempunyai kelayakan kapal sesuai dengan standarisasi Kelas dan Perhubungan Laut Indonesia,” ujar BHS.

BHS kemudian menyoroti muatan kapal, terutama setelah muncul informasi mengenai kemiringan kapal. Kondisi tersebut perlu dikaji bersama pengaruh gelombang, cuaca, dan distribusi beban.

Ia meminta KNKT bersama penyidik pegawai negeri sipil memeriksa jenis, berat, serta penempatan muatan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kemampuan kapal selama pelayaran berlangsung.

Dari sisi penumpang, BHS menyebut jumlah yang diangkut masih berada jauh di bawah kapasitas maksimal kapal, sehingga aspek muatan kendaraan perlu mendapat perhatian lebih.

“Kalau dari sisi penumpang yang hanya 243 orang masih jauh dari kapasitas maksimum, dimana batasan kapasitas maksimum nya sebesar 570 orang,” kata BHS.

Perhatian khusus diarahkan pada kendaraan logistik yang diduga membawa muatan berat. BHS menilai kelebihan beban berpotensi memengaruhi daya apung serta stabilitas kapal.

Penempatan muatan berat di dek kendaraan bagian atas, menurut BHS, juga perlu diperiksa karena dapat memengaruhi titik keseimbangan kapal ketika menghadapi gelombang tinggi.

“Jadi muatan kendaraan logistik yang berlebih harus menjadi perhatian dari regulator, operator, dan fasilitator,” tegas BHS.

Selain operator dan regulator, BHS menyebut pengelola pelabuhan harus memastikan terminal tetap steril, termasuk mengawasi penumpang, kendaraan, barang berbahaya, serta muatan berlebih.

Ia juga mendorong penguatan keamanan pelabuhan melalui penerapan ISPS Code, pemeriksaan X-Ray, serta edukasi kepada pengguna jasa mengenai barang berbahaya selama berada di terminal.

Untuk proses penyelamatan, BHS meminta kemampuan Basarnas dan Coast Guard KPLP diperkuat agar penanganan kecelakaan laut memiliki waktu respons cepat, terukur, dan efektif.

BHS juga telah mengunjungi Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (14/9/2026). Ia meminta Jasa Raharja segera memproses santunan korban yang tercatat dalam manifest, termasuk mereka yang belum ditemukan. 

“Saya titipkan kepada Asuransi Jasa Raharja untuk berikan santunan, tidak hanya yang ditemukan, tetapi yang belum ditemukan. Begitu sudah masuk ke manifest, Jasa Raharja sudah harus memberikan santunan,” pintanya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Bahrullah





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *