55 Pejabat Pemkab Sumenep Dirotasi
Rotasi sejumlah pejabat di Pemkab Sumenep. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, SUMENEP –Sebanyak 55 pejabat administrator dan pengawas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali mengalami penataan ulang dan resmi menempati posisi baru setelah dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Keraton Pendopo Agung Sumenep, Jumat (25/9/2026).
Para pejabat yang bergeser tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari pemerintahan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, pangan, lingkungan hidup, kebencanaan hingga komunikasi dan informatika.
Sejumlah posisi kepala bidang menjadi bagian dari penataan kali ini. Di antaranya, Nurwagini Oktariyana dipercaya sebagai Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama Bakesbangpol.
Sementara Chairul Arif Hidayat menempati Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, sedangkan Fembri Suandy Bachri menjadi Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan.
Perubahan juga terjadi di Dinas PUTR, dengan Deddy Surya dipercaya sebagai Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ir. Indra Purnawan sebagai Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi, Imam Yudikarna sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air, serta Muhammad Puji sebagai Kepala Bidang Bina Marga.
Di sektor pendidikan, Sutrisno mendapat amanah sebagai Kepala Bidang Pembinaan SMP dan Yanto Winarjo sebagai Kepala Bidang Pembinaan SD. Sedangkan pada Dinas Kesehatan, Hanny Agus Andrian menempati Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Anny Nur Farizah sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan.
Selain kepala bidang, rotasi juga menyentuh jabatan sekretaris kecamatan, kepala seksi dan kepala subbagian. Di BPBD, misalnya, Catur Wendra Setiady dipercaya sebagai Sekretaris BPBD, sementara sejumlah posisi teknis seperti logistik, pencegahan dan rehabilitasi juga diisi pejabat baru.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim meminta para pejabat yang baru mendapat tugas menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa jabatan tidak boleh berhenti pada urusan administratif, tetapi harus berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan yang diberikan hari ini merupakan amanah dan tanggung jawab. Karena itu, saya berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, penuh integritas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.” kata Wabup.
Imam juga meminta para pejabat segera menyesuaikan diri dengan tugas barunya serta memperkuat komunikasi dan koordinasi antarlembaga agar pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan secara terpadu.
“Jangan sampai jabatan hanya dimaknai sebagai kedudukan. Yang lebih penting adalah bagaimana jabatan itu digunakan untuk bekerja, melayani dan menyelesaikan persoalan masyarakat sesuai dengan tugas masing-masing.” ujarnya.
Ia turut mengingatkan agar kewenangan yang dimiliki tidak disalahgunakan dan setiap pejabat menjaga integritas selama menjalankan tugas.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas dan jangan menyalahgunakan kewenangan. Ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan hanya pada pelaksanaan administrasi, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan masyarakat.” tutupnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
