October 16, 2026

Kebakaran di Cilacap hingga September Capai 109 Kejadian, Kerugian Rp 3,4 Miliar

0


News
Kebakaran di Cilacap hingga September Capai 109 Kejadian, Kerugian Rp 3,4 Miliar

Kondisi rumah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) Aji Purnomo (36) di Jalan Pringtutul RT 011 RW 05 Desa Pesawahan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap hangus terbakar. (Foto: dok. Humas Damkar Cilacap)

BERITA PLUS, CILACAP – Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap mencatat terjadi ratusan peristiwa kebakaran pada periode Januari-September 2026. 

Diungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Cilacap Gatot Arif Widodo, telah lebih dari 100 kali peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap.

“Total 109 kali kejadian kebakaran. Untuk lokasi, terbanyak di wilayah pemukiman 63 kejadian, lalu dunia usaha 27 kejadian, kemudian lahan 15 kejadian dan lainnya 4 kejadian,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Adapun pemicu kebakaran masih didominasi akibat human error, disusul korsleting listrik. Kemudian tungku atau gas LPG. Sisanya rokok atau korek api.

“Kebakaran akibat human error 60 kejadian, kemudian korsleting listrik 36 kejadian, tungku atau gas LPG 7 kejadian dan rokok atau korek api sebanyak 6 kejadian,” jelas Gatot.

Gatot mengatakan, kebakaran yang terjadi hingga akhir September tahun ini, mengakibatkan kerugian hingga miliaran rupiah. “Total kerugian Rp 3,4 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, 87 bangunan mengalami kerusakan akibat kejadian. “Untuk korban hanya luka-luka sebanyak 1 orang,” terang Gatot.

Dari jumlah kasus kebakaran yang terjadi, wilayah yang rawan terjadi kebakaran berada di wilayah kota meliputi Cilacap Selatan, Tengah dan Utara. 

Selain itu, sejumlah wilayah di Cilacap bagian barat juga tercatat rawan terjadinya kebakaran meliputi Majenang, Wanareja, Sidareja, Bantarsari.

“Dan untuk wilayah Cilacap bagian timur yang rawan terjadi kebakaran yaitu di wilayah Kroya,” kata Kabid Bidang Damkar Satpol PP Cilacap ini.

Gatot mengaku telah melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat selama ini secara berkala, dan berkelanjutan.

“Sejauh ini, kami sudah melakukan upaya pencegahan secara berkala, dan sudah 221 kali kegiatan sosialisasi kita lakukan, dengan peserta ada 14.171 orang,” bebernya. 

Tak hanya sosialisasi saja, kegiatan inspeksi bangunan gedung juga dilakukan. Sedikitnya 15 kali kegiatan telah dilakukan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalisir kebakaran. “Harapan kami, kebakaran bisa diminimalisir melalui kegiatan sosialisasi dan inspeksi bangunan,” pungkas Gatot. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *