October 16, 2026

Masih Timeless atau Makin Personal? Mengintip Prediksi Tren Pernikahan 2027 dari Kacamata Para Ahli

0


News
Masih Timeless atau Makin Personal? Mengintip Prediksi Tren Pernikahan 2027 dari Kacamata Para Ahli

Podcast lengkap galeri. (Foto: Yodha/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, MALANG – Tren pernikahan terus mengalami perkembangan yang dinamis dari waktu ke waktu. Jika dahulu inspirasi pernikahan banyak datang dari majalah cetak atau rekomendasi keluarga, kini calon pengantin dapat dengan mudah menemukan referensi melalui TikTok, Instagram, Pinterest, hingga berbagai konten pernikahan di media sosial.

Namun, di tengah limpahan referensi tersebut, calon pengantin justru menghadapi tantangan baru dalam menjaga autentisitas acara agar tidak kehilangan karakter dan cerita mereka sendiri akibat terlalu terhanyut oleh tren digital.

Topik menarik tersebut menjadi pembahasan utama dalam Wedding Series Podcast Atria Hotel Malang bertajuk “Wedding Trends 2027: Masih Timeless atau Makin Personal?”. Podcast yang menjadi bagian dari perjalanan menuju Atria Wedding Fair 2026 ini dipandu oleh MC Ipin Irfani.

Siniar ini menghadirkan diskusi mendalam dari sisi Wedding Organizer dan Entertainment mengenai perubahan kebutuhan calon pengantin serta prediksi tren pernikahan yang diperkirakan akan semakin personal. Pembahasan tersebut juga diperkaya oleh perspektif dari Anarav Label Malang yang meninjau perkembangan dari sisi bridal dan penampilan pengantin.

Saat ini, calon pengantin memiliki akses referensi yang jauh lebih luas, mulai dari konsep pernikahan intim, pernikahan modern, sentuhan tradisional, hingga konsep yang lebih ekspresif. Menurut Nuril dari Feliz Wedding Organizer, meskipun tren dapat menjadi sumber inspirasi yang baik, karakter asli dari pasangan tetap harus menjadi dasar utama dalam menentukan konsep.

“Sekarang calon pengantin punya referensi yang jauh lebih banyak. Menurut saya itu bagus, tapi jangan sampai semua yang sedang viral harus dimasukkan. Konsep wedding tetap perlu disesuaikan dengan karakter pasangan, keluarga, budget, dan suasana yang ingin mereka rasakan di hari tersebut,” ujar Nuril, Jumat (2/10/2026).

Pergeseran cara pandang juga mulai terlihat jelas pada cara calon pengantin wanita dalam menentukan busana pernikahan mereka. Alih-alih hanya mengikuti model yang sedang populer, para pengantin kini semakin mempertimbangkan bentuk tubuh, kenyamanan, karakter personal, lokasi acara, hingga keseluruhan konsep visual. Lia dari Anarav Label Malang melihat bahwa tren bridal ke depan akan semakin mengarah pada personalisasi yang kuat.

“Sekarang bride tidak hanya mencari gaun yang cantik atau sedang tren. Mereka mulai mencari busana yang benar-benar terasa seperti dirinya sendiri. Dari siluet, detail, material sampai warna, semuanya semakin personal dan disesuaikan dengan karakter pengantin serta konsep wedding-nya,” jelas Lia.

Menurut Lia, inspirasi dari media sosial tetap dapat menjadi referensi awal. Namun, sebuah bridal look tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan dan kesesuaian dengan keseluruhan acara.

Tugas vendor bridal bukan sekadar menduplikasi referensi secara persis, melainkan membantu menemukan bagian mana yang paling cocok untuk tubuh dan kepribadian pengantin.

“Kadang bride datang membawa banyak referensi dari Pinterest atau Instagram. Tugas kami bukan hanya membuat persis seperti referensinya, tetapi membantu menemukan bagian mana yang paling cocok untuk dirinya. Karena gaun yang terlihat bagus di foto belum tentu memberikan rasa percaya diri yang sama ketika dipakai,” tambah Lia.

Pendekatan tersebut membuat elemen bridal kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan dipertimbangkan bersama dengan dekorasi, lokasi, tata cahaya, hingga jenis acara agar seluruh rangkaian pernikahan memiliki visual dan narasi cerita yang selaras.

Selain dari aspek busana, sektor hiburan juga memegang peran krusial dalam menghidupkan suasana pernikahan agar tidak terasa hambar. Berbagai pilihan seperti band pengiring langsung, DJ, penari, penampilan kejutan, hingga hiburan interaktif kini semakin banyak dieksplorasi oleh pasangan.

Vinoqi dari Vinoqi Entertainment menilai bahwa hiburan bukan sekadar pengisi waktu luang di tengah susunan acara, melainkan instrumen utama untuk membangun dinamika emosi para tamu.

“Entertainment itu bukan hanya soal siapa yang tampil, tapi bagaimana kita membangun mood. Dari tamu pertama datang, saat dinner, sampai momen ketika suasananya mulai lebih fun, semuanya harus punya ritme. Jadi entertainment yang bagus bukan yang paling ramai, tetapi yang paling cocok dengan karakter wedding-nya,” ungkap Vinoqi.

Melalui segmen diskusi khusus, podcast ini memprediksi bahwa tren pernikahan pada tahun 2027 akan semakin beragam dengan kemunculan konsep seperti pernikahan intim, setelah pesta, keterlibatan kreator konten pernikahan khusus, hingga dekorasi minimalis.

Dalam konteks bridal, sebuah busana dapat dikatakan tak lekang oleh waktu bukan karena modelnya yang sederhana atau klasik. Yang membuatnya timeless justru ketika bride merasa nyaman dan percaya diri karena busananya benar-benar mewakili dirinya.

Banyaknya inspirasi digital di media sosial sering kali menimbulkan kebingungan bagi calon pengantin dalam menentukan keputusan akhir. Untuk menjembatani hal tersebut, pameran pernikahan hadir sebagai kesempatan nyata bagi pasangan untuk memvalidasi inspirasi digital mereka dengan melihat lokasi secara langsung serta berkonsultasi dengan berbagai vendor pilihan.

Kesempatan tersebut akan dihadirkan secara langsung melalui gelaran Atria Wedding Fair 2026 yang mengusung tema “Forever Begins Here”.

Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 17 sampai 18 Oktober 2026 di Atria Hotel Malang. Melalui acara ini, calon pengantin dapat mencari inspirasi dan bertemu langsung dengan Wedding Organizer, vendor hiburan, bridal, serta berbagai vendor pilihan sekaligus melihat kesiapan venue untuk mulai menyusun konsep hari istimewa mereka yang personal dan berkesan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *