Sambut Program 3 Juta Rumah Prabowo, Pemkab Trenggalek Siapkan Jutaan Genteng Berstandar SNI
Kepala Dinas Perinaker Trenggalek, Christina Ambarwati saat menyampaikan usulan uji mutu genteng. (Foto: Wahyu/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek memfasilitasi uji mutu mekanik dan pendampingan sertifikasi SNI bagi puluhan IKM genteng guna menyuplai kebutuhan perumahan nasional.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersiap menangkap peluang emas dari program strategis nasional 3 Juta Rumah dan gerakan
“Gentengisasi” yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai sentra genteng terbesar di Jawa Timur, Trenggalek ditunjuk oleh Pemprov Jatim untuk mewakili peluncuran (launching) resmi program tersebut pada 3 Desember 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek, Christina Ambarwati, menyampaikan bahwa program ini menjadi angin segar untuk membangkitkan kembali industri genteng lokal yang sempat lesu.
“Selama ini industri genteng mulai lesu. Dari sekitar seribuan produsen, tinggal 400-an yang operasional. Mereka menyambut baik program gentengisasi yang digagas pemerintah pusat,” ujar Christina, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan regulasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), seluruh material genteng yang diserap dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan perbaikan Rutilahu wajib memenuhi kualifikasi keandalan mutu dan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menanggapi aturan tersebut, Pemkab Trenggalek mengalokasikan APBD untuk memfasilitasi uji mutu 12 IKM genteng.
Hasilnya, 8 sampel dinyatakan lolos kelayakan mekanik, sementara 4 sampel sisanya dalam proses pengujian.
Pihaknya juga menggaet Balai Besar Keramik Bandung dan Balai Pelayanan Jasa Industri Surabaya untuk melakukan kurasi langsung di lapangan selama 4 hari.
”Selain pengujian, pemda juga berencana mendorong pembentukan asosiasi industri genteng guna memudahkan koordinasi dan pemasaran produk,” jelas Christina.
Potensi serapan genteng dalam program ini terbilang sangat besar. Kebutuhan perumahan di Jawa Timur pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 36.000 unit rumah atau setara 10,8 juta keping genteng (asumsi 300 keping per rumah).
Angka tersebut diproyeksikan melonjak pada tahun 2027 hingga 40.000 unit rumah atau setara 12 juta keping genteng.
Intervensi program BSPS yang dimulai sejak awal tahun ini disiapkan untuk menghapuskan masa paceklik IKM genteng yang biasanya terjadi pada semester pertama akibat minimnya proyek fisik dan terkendala musim hujan.
“Harapannya, kebijakan yang diambil Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bisa gayung bersambut dengan ketersediaan genteng yang berjuta-juta di Trenggalek,” pungkasnya. (Adv)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : Alfiana Putri |
