October 24, 2026

Bupati Ipuk Gulirkan Solusi Jangka Panjang Atasi Persoalan Sampah di Sungai Kalimati Muncar

0


News
Bupati Ipuk Gulirkan Solusi Jangka Panjang Atasi Persoalan Sampah di Sungai Kalimati Muncar

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau penanganan sampah terintegrasi di Sungai Kalimati, Muncar. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Tumpukan sampah yang kembali mencemari Sungai Kalimati di Muncar, meskipun sebelumnya sudah pernah dibersihkan secara gotong royong oleh Pemkab Banyuwangi, Sungai Watch, warga, dan elemen lainnya memicu respons cepat dari pemerintah daerah. 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, langsung turun tangan merancang strategi penanganan yang lebih terpadu dan berkesinambungan.

Langkah tersebut ditegaskan Bupati Ipuk saat mendatangi langsung lokasi Sungai Kalimati yang terletak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, pada Kamis (22/10/2026). 

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembersihan sungai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan berlanjut lewat pengawasan ketat dan sistem tata kelola yang ajek.

Menurut Ipuk, aksi bersih-bersih saja terbukti belum cukup untuk menuntaskan problem sampah di muara Sungai Kalimati. Faktanya, sampah kembali menggunung selang beberapa pekan pasca-aksi kerja bakti kolaboratif sebelumnya.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sungai. Harus ada perubahan perilaku, sistem pengelolaan sampah yang baik, dan pengawasan bersama agar sampah tidak kembali menumpuk,” ujar Ipuk.

Sebagai solusi nyata, Pemkab Banyuwangi kini menyusun agenda penataan komprehensif di sepanjang jalur Sungai Kalimati sepanjang 1.645,82 meter. Eksekusi program ini bakal dilakukan secara bertahap, mulai dari evakuasi sampah skala masif, pencegahan sumber pembuangan, hingga pelibatan aktif masyarakat serta para pelaku usaha sekitar.

Agenda terdekat dijadwalkan pada Senin (26/10/2026), di mana pemerintah daerah bakal menggelar kerja bakti akbar. Pengerahan alat berat dipersiapkan dengan menggandeng nelayan, warga setempat, serta aparat desa guna mengangkat seluruh endapan sampah di alur sungai.

“Pengerukan dan pengangkutan sampah akan dilakukan ke tempat pembuangan akhir yang sesuai. Kami juga akan memasang imbauan larangan membuang sampah sembarangan,” jelas Ipuk.

Tahap berikutnya, Pemkab Banyuwangi bakal memasang jaring paranet di bagian atas sungai dalam rentang waktu satu hingga enam bulan ke depan guna meminimalisasi potensi warga membuang sampah dari atas. 

Tidak hanya itu, kamera pengawas (CCTV) juga disebar di titik-titik krusial untuk memantau pergerakan orang sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku pembuangan sampah liar.

“Pemantauan melalui CCTV diharapkan memperkuat pengawasan dan mencegah orang membuang sampah ke sungai. Warga yang katahuan, akan kita minta untuk mengambil sampahnya di sungai kembali. Namun, yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga sungai tetap bersih,” tutur Ipuk.

Rangkaian ikhtiar ini nantinya akan disempurnakan melalui kesepakatan kolektif bersama program Banyuwangi Hijau demi mewujudkan manajemen sampah mandiri. Pendekatan ini merangkul banyak pihak, mulai dari para pemilik tambak, korporasi pabrik, hingga komunitas warga di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).

Melalui terobosan ini, Ipuk menaruh asa besar agar pemulihan Sungai Kalimati tidak sekadar membebaskan wilayah tersebut dari ancaman penyakit dan polusi, melainkan turut membuka potensi ekonomi baru bagi warga sekitar.

“Kita ingin Sungai Kalimati benar-benar bersih, lingkungannya sehat, dan masyarakatnya ikut menjaga. Kalau ini bisa kita lakukan bersama secara konsisten, kawasan ini bukan hanya terbebas dari sampah, tetapi juga punya potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner yang menggerakkan ekonomi warga,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *