Dini Rahmania Dorong Produk Pesantren Tembus Pasar Lebih Luas lewat Halal Expo
Saifullah
– 23 October 2026 | 16:10 – Dibaca 8 kali
Suasana Pembukaan Dini Halal Expo di KDS Probolinggo. (Foto: Saifullah/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, PROBOLINGGO – Keluhan pelaku usaha yang telah mengantongi sertifikat halal tetapi masih kesulitan memperluas pemasaran menjadi titik awal penyelenggaraan Dini Halal Expo Pondok Pesantren 2026 di KDS Probolinggo.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi NasDem, Dini Rahmania, menginisiasi kegiatan yang digelar Jumat (23/10/2026), bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangka Hari Santri Nasional 2026. Expo ini menghadirkan beragam produk usaha pesantren dan UKM Probolinggo Raya.
Dini mengatakan, gagasan itu muncul saat dirinya melakukan sosialisasi sertifikasi halal. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelaku usaha mengungkapkan keterbatasan saluran penjualan meskipun produknya telah bersertifikat halal.
“Banyak sekali mereka menyampaikan, kami sudah punya sertifikasi halal, tapi masih belum ada channel atau wadah untuk berjualan,” kata Dini.
Menjawab kebutuhan itu, Dini menghadirkan expo sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk di luar toko mereka sendiri. Ia berharap jangkauan pemasaran produk pesantren dapat berkembang hingga ke luar Probolinggo.
“Harapannya expo ini ada sebagai wadah menjual lebih luas lagi. Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, tetapi nanti dikenal lebih luas,” ujarnya.
Menurut Dini, kegiatan ini menjadi proyek percontohan untuk mempertemukan pesantren yang memiliki unit usaha dan kegiatan ekonomi dengan pasar yang lebih luas. Produk yang ditampilkan tidak terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga mencakup produk perawatan tubuh.
Peserta yang terlibat antara lain PP Hikmatul Hasanah, PP Anwarus Sholihin, PP Darul Faizin, PP Miftahul Jannah, PP Al Khairiyah, PP Nurul Falah, PP Miftahul Ulum, PP Hidayatus Salafiyah, PP Darul Mukhlashin, serta UMKM Pheshel Lopes Leces.
Di tengah upaya memperluas pemasaran, Dini juga menyoroti masih adanya produk peserta yang belum mencantumkan label halal. Ia berharap expo sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengurus sertifikasi halal produknya.
Dengan demikian, kegiatan tersebut diarahkan untuk menjawab dua kebutuhan pelaku usaha: memperkuat jaminan halal dan membuka akses penjualan.
Dini berencana mengembangkan kegiatan serupa di Pasuruan, yang juga menjadi bagian dari daerah pemilihannya di Jawa Timur II. Ia turut mengusulkan penyelenggaraan expo tingkat provinsi agar semakin banyak pesantren dapat memperkenalkan dan menjual produk usahanya.
“Karena ini Probolinggo pertama kali, nanti yang akan datang saya juga akan membuat di Pasuruan,” katanya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Saifullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
