Polres Situbondo Ungkap Jaringan Kriminal Antar-Wilayah dan Kembalikan Aset Korban
Syamsuri
– 23 October 2026 | 15:10 – Dibaca 12 kali
Kapolres Situbondo melalui Kasat Reskrim AKP Selimat saat melakukan Konferensi Press di depan Satreskrim Polres Situbondo. (Foto: Syam/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, SITUBONDO – Kepolisian Resor (Polres) Situbondo sukses menuntaskan Operasi Sikat Semeru 2026 yang berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak 10 hingga 21 Oktober 2026.
Dalam operasi kewilayahan tersebut, Korps Bhayangkara berhasil menggulung jaringan kriminalitas dan mengamankan belasan tersangka yang terlibat dalam berbagai tindak pidana menonjol.
Kapolres Situbondo melalui Kasat Reskrim AKP Selimat mengungkapkan bahwa operasi ini difokuskan pada penanggulangan kejahatan konvensional, mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak.
“Kami berhasil mengungkap total 12 kasus, yang terbagi rata atas 6 target operasi (TO) dan 6 non-TO,” ujar AKP Selimat dalam konferensi pers di Mapolres Situbondo, Jumat (23/10/2026).
Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 11 orang tersangka. Menariknya, salah satu pelaku yang teridentifikasi sebagai aktor tunggal dalam kasus curanmor masih berstatus di bawah umur, sehingga petugas memutuskan untuk tidak melakukan penahanan sesuai koridor hukum anak.
Selain itu, petugas juga meringkus seorang residivis yang kembali kambuh melakukan aksi kriminal.
Aksi para komplotan ini terbilang rapi. Untuk mengelabui petugas, para pelaku sengaja merusak nomor rangka pada seluruh sepeda motor hasil curian. Kendati demikian, upaya penghilangan jejak tersebut berhasil dipatahkan berkat sistem pelacakan digital yang terintegrasi dengan pemantauan Polda Jawa Timur.
Penyidikan juga mengonfirmasi adanya keterlibatan jaringan lintas daerah. Dalam pengembangannya, Satreskrim Polres Situbondo intens berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo karena beberapa pelaku diketahui melancarkan aksinya di dua wilayah hukum tersebut.
Selain membongkar jaringan curanmor, operasi ini juga berhasil menyasar komplotan spesialis curat, di antaranya pelaku pencurian kabel serta pencurian perangkat telekomunikasi (Wi-Fi) yang kerap meresahkan masyarakat.
Secara keseluruhan, polisi menyita 9 unit sepeda motor. Rinciannya, 6 unit merupakan objek hasil pencurian dan 3 unit lainnya adalah sarana yang digunakan para pelaku untuk melancarkan kejahatan.
AKP Selimat menegaskan komitmen Polres Situbondo dalam memberikan pelayanan prima dan transparan. Dua dari enam motor curian tersebut telah berhasil diidentifikasi pemilik sahnya dan akan segera diserahkan kembali.
“Kami menjamin proses penyerahan kendaraan bermotor ini sepenuhnya gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya.
Saat ini, masih terdapat 4 unit kendaraan hasil kejahatan yang belum teridentifikasi pemiliknya, dengan rincian tipe Honda Vario, Honda Scoopy, dan dua unit Honda Beat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Situbondo maupun luar daerah yang merasa kehilangan kendaraannya untuk datang ke Mapolres Situbondo guna pencocokan fisik dan dokumen penunjang.
Guna mengantisipasi potensi kriminalitas di kemudian hari, Polres Situbondo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu memanfaatkan layanan darurat
Contact Center 110 jika melihat atau mengalami tindak pidana.
Sementara itu perasaan kalut yang sempat menggelayuti Tri Weni Mauludiah akhirnya luruh.
Warga asal Alas Tengah, Kecamatan Besuk ini tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah sepeda kayuh miliknya yang sempat hilang, kini telah kembali ke pelukannya tanpa kurang satu apa pun.
Bagi Tri Weni, moda transportasi roda dua tersebut bukan sekadar barang mati, melainkan penopang mati-hidupnya rutinitas keluarga. Sepeda tersebut merupakan satu-satunya sarana andalan yang ia gunakan setiap hari untuk mengantarkan buah hatinya menuntut ilmu ke sekolah.
Peristiwa kehilangan itu terjadi pada Sabtu malam (3/10) silam. Saat itu, Tri Weni tengah menghadiri kemeriahan panggung rakyat dalam event Gelora Kraksaan, yang turut dihadiri oleh figur daerah, Gus Haris. Di tengah keriuhan konser, ia menyadari sepeda berharganya telah raib disapu tangan jahil.
“Saat tahu sepedanya hilang, saya bingung sekali. Rasanya sudah hampir mau menangis,” kenang Tri Weni saat mengingat momen kepanikannya kala itu.
Titik terang dari penantiannya berbuah manis ketika pihak Kepolisian Resor (Polres) Situbondo memberikan kabar baik. Melalui komunikasi langsung dari petugas—salah satunya diidentifikasi sebagai Pelda Bintam—pihak aparat mengonfirmasi bahwa armada milik Tri Weni telah berhasil diamankan dan siap dikembalikan.
Proses penyerahan pun berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi. Tri Weni menegaskan bahwa seluruh proses pengembalian fasilitas transportasinya tersebut sama sekali tidak dipungut biaya.
“Senang, senang sekali. Ini sepeda satu-satunya untuk antar anak sekolah. Alhamdulillah, semuanya gratis, nol rupiah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca penuh syukur.
Kembalinya sepeda ini tidak hanya mengembalikan barang yang hilang, tetapi juga menyambung kembali asa dan kelancaran pendidikan sang anak yang sempat terganggu.
Pihak keluarga pun menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan dedikasi aparat kepolisian dalam melayani masyarakat. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Alfiana Putri |
