October 16, 2026

Mengenal Seni Gondang Lesung di Desa Karanggedang Cilacap yang Dilestarikan

0


News
Mengenal Seni Gondang Lesung di Desa Karanggedang Cilacap yang Dilestarikan

Seni gondang lesung ditampilkan saat kegiatan sedekah bumi di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Cilacap. (Foto: dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, CILACAP – Momen unik terlihat saat kegiatan tradisi sedekah bumi di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026).

Sekelompok emak-emak berpakaian adat jawa, dengan piawai memainkan penumbuk padi menjadi suara yang nyaring didengar, diiringi kakawihan atau syair yang dinyanyikan pemain.

Mereka memainkan penumbuk padi dengan menggunakan lesung (wadah kayu panjang tempat menaruh padi) dan alu (tongkat kayu penumbuk). 

Para emak-emak ini terlihat kompak dalam menabuh lesung. Hal ini mencerminkan semangat gotong royong warga Desa Karanggedang.

Warga sekitar menyebutnya seni gondang lesung. Seni tradisional ini, ditampilkan setiap kali tradisi sedekah bumi digelar di desa tersebut, sebagai seni pertunjukan budaya yang menarik.

Seni gondang lesung ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas hasil panen yang melimpah, sekaligus simbol kebahagiaan warga.

Pantauan di lapangan, terdapat 6 kelompok yang mengikuti festival seni tersebut, dan masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang perempuan warga sekitar.

Saat ditemui Kepala Desa Karanggedang, Saryo mengaku seni gondang lesung ini hampir punah di desanya akibat jarang ditampilkan.

Sebagai wujud nguri-nguri (pelestarian) budaya, gondang lesung ini pun akhirnya rutin ditampilkan di setiap kegiatan sedekah bumi setiap tahunnya.

“Kita berupaya melestarikan seni gondang lesung ini supaya tidak punah. Dan kami mulai dari tahun 2019 hingga sekarang,” ujar Saryo.

Seiring berjalannya waktu gondang lesung yang semula sebagai alat penumbuk padi, oleh warga Desa Karanggedang menjadi alat kepercayaan dan seni budaya.

“Tradisi ini, selain untuk hiburan warga, juga sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan (guyub) antar warga,” pungkas Saryo. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *