Isu Kenaikan BBM Bikin Resah, Pemkab Sumenep: Tidak Ada Edaran Resmi!
Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan bahwa isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat saat ini, belum memiliki dasar resmi.
Maka dari itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, meminta agar masyarakat diminta untuk tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Dia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
“Jadi sementara ini tidak ada surat resmi apapun dari pihak pemerintah berkaitan dengan belum ada. Insya Allah BBM masih sesuai dengan harga yang sekarang masih berlaku,” ujarnya, saat dihubungi Suaraindonesia.co.id, Selasa (31/03/2026).
Menurutnya, kondisi harga BBM di lapangan masih stabil dan belum mengalami perubahan. Hal tersebut, berlaku untuk seluruh jenis BBM tanpa terkecuali.
Ia juga menegaskan bahwa baik BBM subsidi maupun non-subsidi masih dijual dengan harga yang sama seperti sebelumnya, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan.
Pemerintah daerah, lanjut Dadang, masih terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak Pertamina selaku operator distribusi BBM.
Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa stok BBM untuk beberapa bulan ke depan masih dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga belum ada indikasi kelangkaan maupun kenaikan harga dalam waktu dekat.
Selain faktor stok, Dadang menjelaskan bahwa penentuan harga BBM juga dipengaruhi oleh kondisi global, termasuk harga minyak dunia yang fluktuatif.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga kondisi pasar tetap stabil dengan menghindari kepanikan di masyarakat. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang justru berpotensi menimbulkan gangguan distribusi di lapangan.
“Yang penting masyarakat menggunakan BBM itu harus sekarang sesuai dengan kebutuhan, intinya jangan sampai terjadi panik di lapangan,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Mahrus Sholih |
