October 16, 2026

Dinkes Kabupaten Malang Temukan 134 Kasus Baru HIV/AIDS dalam Tiga Bulan Pertama 2026

0


Kesehatan
Dinkes Kabupaten Malang Temukan 134 Kasus Baru HIV/AIDS dalam Tiga Bulan Pertama 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat temuan yang cukup signifikan pada awal tahun 2026. Sebanyak 134 warga dinyatakan positif HIV/AIDS hanya dalam kurun tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut diperoleh dari langkah skrining masif yang terus dilakukan di seluruh wilayah Bumi Kanjuruhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, mengungkapkan bahwa lonjakan angka tersebut merupakan hasil dari strategi active case finding atau penemuan kasus aktif.

“Kami terus melakukan pemeriksaan HIV secara berkala untuk memetakan persebaran dan segera memberikan penanganan medis. Temuan ini tersebar di seluruh 33 kecamatan di Kabupaten Malang,” ujar Wiyanto kepada Suara Indonesia, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan data pemetaan wilayah, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Malang terkonsentrasi di daerah dengan mobilitas tinggi dan kepadatan penduduk besar. Wilayah urban padat penduduk seperti Kecamatan Kepanjen, Singosari, dan Lawang masih menjadi daerah dengan temuan kasus yang menonjol. Kondisi ini dipengaruhi tingginya interaksi sosial serta mobilitas penduduk antarwilayah.

Selain itu, wilayah pesisir selatan seperti Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga menjadi perhatian khusus. Kawasan ini memiliki riwayat temuan kasus yang fluktuatif dari waktu ke waktu.

Data tahun 2025 menunjukkan bahwa salah satu penyumbang kasus terbanyak berasal dari pasangan orang dengan HIV (ODHIV) yang tinggal serumah, dengan jumlah mencapai puluhan kasus.

Secara umum, penyebab kasus di Kabupaten Malang didominasi perilaku berisiko. Hubungan seksual berisiko masih menjadi faktor utama, terutama pada kelompok heteroseksual dengan pasangan berganti-ganti serta kelompok lelaki seks lelaki (LSL).

Selain itu, penularan pada ibu rumah tangga juga menunjukkan peningkatan, yang umumnya berasal dari pasangan dengan perilaku berisiko di luar rumah. Mayoritas penderita berada pada usia produktif, yakni rentang 15 hingga 59 tahun.

Menyikapi tingginya angka penemuan sejak akhir 2025 yang mencapai lebih dari 1.200 penderita yang menjalani perawatan, Dinkes Kabupaten Malang memperkuat dua pilar penanganan.

Pertama, memastikan seluruh puskesmas di 33 kecamatan mampu melayani pemberian obat antiretroviral (ARV) sehingga pasien tidak perlu menempuh jarak jauh. Kedua, mengembangkan layanan tes gratis di pusat-pusat keramaian serta kelompok rentan guna mendeteksi virus sedini mungkin.

Selain itu, Dinkes Kabupaten Malang juga terus menggencarkan sosialisasi untuk menghapus stigma negatif terhadap ODHIV, agar masyarakat lebih terbuka dalam melakukan skrining mandiri. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *