Sinergi Lintas Sektor: Ulama, Jenderal TNI hingga Politisi Perkuat Struktur DPW Gapembi Jatim
Penandatanganan Berita Acara Pelantikan DPW Gapembi Jawa Timur, Kamis (9/4/2026). (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, MALANG – Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPW Gapembi) Jawa Timur periode 2025-2030 yang berlangsung di Malang pada Kamis (9/4/2026) menjadi sorotan publik.
Pasalnya, organisasi ini tampil dengan wajah inklusif yang menyatukan berbagai elemen kekuatan bangsa, mulai dari kalangan pengusaha, tokoh agama (ulama), birokrat, politisi, hingga purnawirawan TNI.
Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI, Sony Sonjaya, semakin mempertegas bahwa Gapembi Jatim bukan sekadar asosiasi bisnis biasa, melainkan instrumen strategis negara dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan perbaikan gizi nasional.
Ketua DPW Gapembi Jatim, Makhrus Sholeh, menegaskan bahwa struktur kepengurusan ini sengaja dirancang secara kolaboratif. Di jajaran Dewan Penasihat, berdiri sosok ulama kharismatik KH. M. Anwar Iskandar yang berdampingan dengan politisi muda Slamet Ariyadi.
Tak hanya itu, posisi Dewan Pembina diperkuat oleh tokoh-tokoh besar seperti KH. Mohammad Bisri, KH. Marzuqi Mustamar, KH.Noor Shodiq Askandar, yang memberikan sentuhan nilai-nilai moral dan kemasyarakatan dalam gerakan penguatan gizi ini.
Menariknya, aspek kedisiplinan dan strategi logistik dalam distribusi makanan bergizi juga mendapat perhatian serius dengan hadirnya Mayjend TNI (Purn) Nur Cahyanto, sebagai Ketua Dewan Pakar.
Masuknya jenderal bintang dua ini menunjukkan bahwa urusan gizi nasional dipandang sebagai bagian dari ketahanan nasional yang memerlukan manajemen operasional yang mumpuni.
Sinergi ini semakin lengkap dengan keterlibatan tokoh perkebunan dan ekonomi seperti M. Arum Sabil, serta para pakar akademisi dari berbagai disiplin ilmu guna memastikan standar mutu dan inovasi makanan tetap terjaga.
Dalam sambutannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi terhadap komposisi pengurus yang beragam tersebut. Ia menilai, kolaborasi antara pengusaha yang gesit, ulama yang ditaati masyarakat, serta purnawirawan TNI yang strategis akan memudahkan sosialisasi program makan bergizi hingga ke akar rumput.
“GAPEMBI Jatim adalah prototipe kolaborasi ideal. Di sini ada pengusaha sebagai penggerak ekonomi, ulama sebagai penjaga moral, dan pakar serta purnawirawan TNI sebagai penjamin kualitas dan strategi. Ini adalah modal besar menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dengan nakhoda baru ini, DPW Gapembi Jatim siap mengawal sepuluh bidang kerja mulai dari standarisasi mutu makanan, pemberdayaan UMKM, hingga digitalisasi distribusi pangan di seluruh pelosok Jawa Timur. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
