Sapi Langka Berwarna Emas Asal Banjarnegara Dipilih untuk Kurban Presiden
Sapi jumbo milik Amin Sutoyo asal Wanayasa, Banjarnegara, terpilih menjadi hewan kurban bantuan masyarakat Presiden RI. Bobotnya diperkirakan mencapai 1,2 ton saat Iduladha nanti.(Foto: Dok Amin Sutoyo untuk Suara Indonesia)
BERITA PLUS BANJARNEGARA – Seekor sapi jumbo milik petani asal Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, bakal menjadi hewan kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sapi milik Amin Sutoyo itu mencuri perhatian karena memiliki bobot fantastis. Saat terakhir ditimbang sekitar 50 hari lalu, beratnya mencapai 1 ton 80 kilogram. Dengan perawatan intensif hingga hari penyembelihan, bobot sapi diperkirakan masih bisa bertambah hingga menembus 1,2 ton.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara, Agung Yuwono mengatakan, sapi tersebut dipilih setelah pihak provinsi melakukan koordinasi terkait pengadaan sapi banmas presiden untuk masyarakat.
“Awalnya kami dihubungi dari provinsi terkait sapi bantuan presiden. Setelah dilakukan peninjauan, akhirnya dipilih sapi milik peternak asal Wanayasa yang dipelihara di wilayah Pejawaran,” jelasnya, Kamis (8/5/2026).
Menurut Agung, sapi dengan bobot di atas satu ton memang memiliki nilai tersendiri dibanding sapi biasa. Pemilik sapi membuka harga sekitar Rp120 juta, termasuk biaya perawatan hingga hari H kurban serta transportasi.
“Kalau sapi di bawah satu ton tentu harganya berbeda. Untuk sapi di atas satu ton ini sudah kategori istimewa,” ujarnya.
Tak hanya ukurannya yang besar, sapi tersebut juga memiliki penampilan unik dan cukup langka. Sapi itu merupakan hasil persilangan Simental dan Charolais asal Prancis dengan warna keemasan yang mencolok. Bentuk tubuhnya kekar dengan otot paha belakang menonjol, sekilas menyerupai sapi Belgian Blue.
“Jenisnya memang cukup unik dan jarang, dengan kualitas fisik yang sangat baik,” tambah Agung.
Rencananya, sapi banmas tersebut akan disalurkan sebagai hewan kurban untuk masyarakat di wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah dengan tingkat ekonomi rendah di Banjarnegara.
Di balik kebanggaan itu, tersimpan kisah haru dari sang pemilik, Amin Sutoyo. Petani sederhana tersebut mengaku tak pernah membayangkan sapi yang dirawatnya selama lima tahun bisa terpilih menjadi sapi kurban Presiden.
“Saya tidak menyangka sekali, sedih sekaligus senang. Saya ini hanya petani biasa, tapi sapi saya bisa dipilih jadi sapi banmas orang nomor satu di Indonesia,” ungkap Amin.
Ia menceritakan, proses pemilihan bermula saat rekannya membawa calon pembeli untuk melihat sapi miliknya. Dari sana komunikasi terus berlanjut hingga akhirnya sapi tersebut resmi dipilih.
Sapi itu dirawat Amin sejak masih pedet hingga kini berusia sekitar lima tahun. Untuk menjaga kondisi tetap prima, Amin memberikan pakan berkualitas, vitamin, hingga jamu herbal secara rutin. Kebersihan kandang pun dijaga ketat demi memastikan sapi tetap sehat hingga hari penyembelihan.
“Bahkan yang boleh masuk kandang saya batasi, tidak sembarang orang. Saya ingin sapi tetap sehat sampai hari penyembelihan,” katanya.
Meski bangga, Amin mengaku tetap merasa haru karena harus berpisah dengan sapi yang telah lama dirawatnya penuh ketelatenan.
“Sedih karena harus berpisah, tapi ini juga kebanggaan. Dulu saya hanya bermimpi sapi saya bisa dipilih, ternyata sekarang benar-benar terwujud,” tutupnya melalui sambungan telepon.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Imam Hairon |
