Dokter Spesialis di Wilayah Kepulauan Gresik Dapat Program Pembiayaan Pedidikan Gratis
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Aston Gresik.
BERITA PLUS, GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Salah satunya melalui program pembiayaan pendidikan dokter spesialis melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Program tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di wilayah yang masih mengalami keterbatasan layanan kesehatan, terutama di kawasan kepulauan seperti Bawean.
“Kami menyiapkan pembiayaan pendidikan dokter spesialis secara gratis melalui APBD, dengan harapan setelah lulus para dokter ini kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan, khususnya Bawean,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Aston Gresik, Jum’at (8/5/2026).
Ia mengungkapkan bahwa persoalan distribusi dokter masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti IDI menjadi sangat penting.
Selain isu distribusi tenaga medis, Bupati Gresik juga menyoroti fenomena meningkatnya persoalan kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan penanganan kolaboratif lintas sektor.
“Fenomena gangguan kesehatan mental pada usia muda kini menjadi tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi erat bersama IDI untuk menjawab persoalan ini,” terangnya.
Sementara Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. Dr. Sutrisno, Sp.OG(K) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muswil. Menurutnya Jawa Timur selama ini menjadi wilayah yang sangat solid dalam menjaga dinamika organisasi profesi.
“Setiap agenda besar IDI, kabupaten dan kota di Jawa Timur selalu antusias menjadi tuan rumah. Ini menandakan kekuatan organisasi yang luar biasa,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa saat ini Jawa Timur memiliki lebih dari 21 ribu dokter, terdiri atas sekitar 16 ribu dokter umum dan lebih dari 6 ribu dokter spesialis, dengan sekitar 450 rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah.
Meski demikian, ia menegaskan distribusi dokter masih belum merata. Sejumlah wilayah masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan, sementara di sisi lain banyak dokter muda yang belum memperoleh penempatan kerja tetap. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat terus memperluas peluang penyerapan tenaga medis.
Wakil Ketua Umum PB IDI Kolonel Laut (Purn) dr. Wiweka, MARS menegaskan bahwa IDI merupakan mitra strategis pemerintah dalam penguatan sistem kesehatan nasional.
“IDI bukan oposisi pemerintah. Kami adalah mitra strategis yang hadir untuk bersama-sama mencari solusi bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia pun menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan, perlindungan dokter muda, serta penguatan disiplin organisasi di tengah dinamika profesi kedokteran yang terus berkembang.
Sebagai informasi, Muswil IDI Jawa Timur 2026 di Kabupaten Gresik berlangsung mulai Jumat hingga Minggu dengan diikuti 156 peserta dari 34 cabang IDI se-Jawa Timur, serta 30 peserta dari 21 perhimpunan dokter spesialis. Forum ini diharapkan mampu melahirkan keputusan strategis sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan organisasi.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Alfiana Putri |
