October 16, 2026

Empat Wartawan RI Ditahan Israel, AJI dan PFI Surabaya Minta Perlindungan Darurat

0


Peristiwa
Empat Wartawan RI Ditahan Israel, AJI dan PFI Surabaya Minta Perlindungan Darurat

Aksi AJI dan PFI di Surabaya. (Istimewa)

BERITA PLUS, SURABAYA – Penahanan empat jurnalis Indonesia dan lima relawan kemanusiaan dalam misi bantuan menuju Gaza memicu tuntutan agar pemerintah Indonesia segera memperkuat langkah diplomatik internasional.

Desakan tersebut mengemuka setelah militer Israel (IDF) mencegat kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional sekitar 300 mil laut dari pesisir Gaza dan menahan seluruh awak kapal.

Berdasarkan informasi dari Command Center GSF, kapal Boralize dan Ozgurluk yang membawa bantuan kemanusiaan sempat kehilangan kontak sebelum diketahui berada dalam kendali militer Israel. Hingga Kamis (21/5/2026), kondisi para awak kapal, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI), belum dapat dipastikan.

Empat jurnalis Indonesia yang berada dalam rombongan tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang menjadi kontributor iNewsTV dan CNN Indonesia. Mereka bergabung dalam misi internasional yang mengangkut bantuan logistik berupa obat-obatan dan bahan pangan untuk warga Gaza.

Insiden itu memicu reaksi berbagai organisasi masyarakat sipil di Surabaya. Aksi solidaritas digelar di Taman Apsari oleh gabungan Aksi Kamisan Surabaya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, dan Forum Zakat Jawa Timur. Mereka mendesak pemerintah Indonesia segera memastikan keselamatan para WNI sekaligus memperjuangkan pembebasan tanpa syarat seluruh awak kapal.

Ketua PFI Surabaya Suryanto menegaskan bahwa jurnalis yang bertugas meliput konflik dan misi kemanusiaan harus memperoleh perlindungan sesuai hukum humaniter internasional. “Jurnalis bukan pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata. Konvensi Jenewa telah menjamin perlindungan terhadap pekerja media di wilayah konflik. Kami mengecam tindakan ini dan meminta negara hadir melindungi warganya di luar negeri,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua AJI Surabaya Andre Yuris meminta Kementerian Luar Negeri RI mengoptimalkan jalur diplomasi melalui negara-negara yang memiliki hubungan dengan Israel guna mempercepat akses perlindungan bagi para WNI.

“Pemerintah perlu bergerak cepat dengan melibatkan negara sahabat seperti Turki, Mesir, dan Yordania sebagai mediator. Perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Eropa juga harus membuka akses perlindungan hukum darurat bagi para korban,” katanya.

Selain upaya diplomatik pemerintah, AJI juga telah mengirimkan nota darurat kepada International Federation of Journalists (IFJ) dan sejumlah organisasi pers internasional untuk memperluas dukungan global. Koalisi masyarakat sipil menilai pencegatan kapal sipil pembawa bantuan kemanusiaan di perairan internasional berpotensi melanggar ketentuan hukum laut internasional dan menghambat akses informasi independen mengenai situasi kemanusiaan di Gaza.

Mereka menegaskan bahwa keselamatan jurnalis dan relawan harus menjadi prioritas utama. Koalisi juga meminta komunitas internasional memberikan tekanan diplomatik agar seluruh awak kapal segera dibebaskan dan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan kepada warga Gaza yang membutuhkan.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *