BAKIS Sumenep Soroti Lambannya Penanganan Aduan Dugaan Penyelewengan DD/ADD di Guluk-Guluk
Audiensi BAKIS ke Kantor Inspektorat Sumenep. Foto: Istimewa.
BERITA PLUS, SUMENEP – Lembaga Kajian Strategis (BAKIS) Kabupaten Sumenep menyoroti lambannya penanganan laporan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk. Persoalan yang dilaporkan sejak beberapa tahun lalu itu dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas.
Hal itu disampaikan sejumlah perwakilan BAKIS saat mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep, Kamis (21/05/2026) kemarin, untuk mempertanyakan tindak lanjut laporan dugaan penyimpangan anggaran desa yang disebut terjadi sejak 2018.
Direktur BAKIS Subli Bangal mengatakan, pihaknya sengaja melakukan audiensi guna memastikan laporan masyarakat benar-benar mendapat perhatian serius dari Inspektorat.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait proses penanganan sejumlah temuan yang sebelumnya telah dilaporkan.
“Kami datang menanyakan (perkembangan laporan, Red). Ternyata Inspektorat kurang memperhatikan betul laporan kami. Karena terbukti bahwa katanya baru menerima pelimpahan dari Kejaksaan. Itu ada beberapa yang tidak ter-cover di situ,” kata Subli Bangal usai audiensi.
Ia menjelaskan, pada 2022 pihaknya melaporkan sejumlah dugaan penyimpangan penggunaan DD dan ADD di Desa Guluk-Guluk. Di antaranya dugaan proyek pengaspalan fiktif di Dusun Guluk-Guluk Timur dengan anggaran sekitar Rp127 juta serta pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) senilai kurang lebih Rp300 juta yang disebut tidak dilengkapi prasasti proyek.
Subli menegaskan, BAKIS akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut dan tidak berhenti menyampaikan laporan apabila masih ditemukan dugaan kejanggalan di lapangan.
Menurutnya, masyarakat perlu memastikan lembaga pengawas benar-benar serius dalam menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan warga.
“Pihak Inspektorat berjanji bahwa laporan kami akan menjadi atensi utama ke depan. Cuma pihak Inspektorat tidak memastikan, kapan (penyelesaiannya, Red). Namun, kami akan terus mengawal kasus ini dan akan terus melaporkan setiap temuan kejanggalan,” tuturnya.
Sementara itu, Pengendali Teknis pada Inspektorat Pembantu (Irban) Investigasi dan Pengaduan Masyarakat Inspektorat Sumenep, Amirul Fatoni, menyebut laporan dugaan penyimpangan DD dan ADD Desa Guluk-Guluk masih dalam tahap pengembangan informasi awal.
Ia meminta pelapor bersabar karena Inspektorat saat ini juga menangani banyak laporan pengaduan lain, baik pelimpahan dari aparat penegak hukum di wilayah Sumenep maupun dari tingkat Jawa Timur.
Tak hanya itu, inspektorat juga berencana melakukan konfirmasi lapangan untuk memperdalam informasi terkait dugaan penyimpangan penggunaan anggaran desa tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Pada saat ini kami belum bisa lakukan rekomendasi khusus aduan DD/ADD Desa Guluk-guluk. Karena masih proses pengembangan informasi awal. Kami juga butuh waktu. Sehingga, pelimpahan masih kami analisasa,” tutupnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
