October 16, 2026

Delegasi 16 Negara Kagumi Pengelolaan Hutan Banyuwangi, Peserta Argentina: Suasananya Sangat Spiritual

0


News
Delegasi 16 Negara Kagumi Pengelolaan Hutan Banyuwangi, Peserta Argentina: Suasananya Sangat Spiritual

Delegasi 16 Negara terpukau pengelolaan hutan Banyuwangi, peserta Argentina sebut sangat spiritual. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Pengelolaan pertanian, perkebunan, dan kehutanan berkelanjutan di Banyuwangi mendapat apresiasi dari peserta Capacity Building for Like-Minded Countries (LMCs): Sustainable Timber. Sebanyak 36 delegasi dari 16 negara mengikuti kegiatan yang digelar selama empat hari, 24–27 Juni 2026, untuk mempelajari praktik pengelolaan komoditas kayu dan kehutanan di Indonesia.

Salah satu peserta, Facundo Gonzalez dari unit lingkungan hidup, perubahan iklim, dan perdagangan Kementerian Luar Negeri Argentina, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengunjungi Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang ia datangi.

“Ini pertama kalinya saya datang ke Asia, jadi rasanya luar biasa sekali bisa berada di Indonesia. Ini adalah negara Asia pertama yang saya pijak, dan menurut saya sejauh ini keramahan orang-orang Indonesia benar-benar luar biasa. Saya bisa merasakannya setelah seharian di sini,” ujar Facundo saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi, Rabu malam (24/6/2026).

Forum internasional tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University. Para peserta berasal dari Argentina, Brasil, Guatemala, Bolivia, Kolombia, Ekuador, Meksiko, Ghana, Honduras, Republik Dominika, Nigeria, Saint Lucia, Pantai Gading, Papua Nugini, Malaysia, dan Thailand.

Selama berada di Banyuwangi, para delegasi mengunjungi sejumlah lokasi untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan pertanian, perkebunan, serta industri kehutanan yang berkelanjutan.

Facundo mengaku pengalaman mengunjungi kawasan hutan yang dikelola Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi menjadi salah satu momen yang paling berkesan baginya. Menurutnya, suasana alam yang berpadu dengan kehidupan masyarakat memberikan pengalaman yang tidak dijumpainya di negara lain.

“Saya sudah sering ke berbagai hutan, di Argentina kami juga punya hutan tapi yang satu ini benar-benar berbeda. Menariknya, kami bisa mendengar suara azan dari masjid, dan di saat yang sama, kami sedang berada di tengah hutan,” kesan Facundo.

“Hal itu menciptakan suasana yang sangat unik dan terasa cukup spiritual. Bagi saya pribadi, saya sangat menghargai momen itu. Rasanya menyenangkan sekali bisa berada di sana,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga datang dari delegasi Ghana, Ophilious Lambog dari Timber Industry Development Division, Forestry Commission Ghana. Ia menilai masyarakat Banyuwangi sangat ramah dan menyambut hangat para peserta.

“Kami juga terkesan dengan kehangatan warga Banyuwangi. Makanannya juga sangat enak,” ujarnya.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, mulai unsur pemerintah, akademisi, diplomat, hingga pelaku usaha yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan industri kayu yang berkelanjutan.

Kepala CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, menjelaskan program peningkatan kapasitas tersebut bertujuan memperkenalkan praktik pengelolaan komoditas kayu yang legal, berkelanjutan, sekaligus memiliki daya saing.

“Banyuwangi memberikan ruang yang baik untuk melihat praktik lapangan, teknologi, dan perkembangan sektor timber berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan internasional tersebut. Menurutnya, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi daerah untuk memperoleh berbagai masukan dalam pengembangan sektor kehutanan dan perkebunan.

“Kami juga berharap Banyuwangi bisa mendapatkan insight berharga untuk pengembangan perkebunan dan kehutanan,” tuturnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *