October 16, 2026

Dukungan STA Jadi Pahlawan Nasional di Madina Menguat Lewat LABRN

0


News
Dukungan STA Jadi Pahlawan Nasional di Madina Menguat Lewat LABRN

Sutan Takdir Alisjahbana, Mario Alisyahbana bersama Ketua LABRN, Ali Anapiah (Foto/Istimewa)

BERITA PLUS, MADINA – Dukungan terhadap pengusulan sastrawan dan budayawan kelahiran Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sutan Takdir Alisyahbana (STA), sebagai Pahlawan Nasional terus menguat. Berbagai elemen masyarakat di tanah kelahirannya kini menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan melalui Lembaga Adat Budaya Ranah Natal (LABRN).

‎Kali ini, dukungan datang dari masyarakat Kecamatan Natal yang dihimpun melalui Lembaga Adat Budaya Ranah Nata (LABRN) bersamaan dengan kunjungan putra bungsu STA, Mario Alisyahbana, ke tanah kelahiran ayahnya, Jumat (26/6/2026).

‎Ketua LABRN, Ali Anapiah, mengatakan kunjungan Mario Alisyahbana ke Natal tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa misi membangun dukungan masyarakat terhadap pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sutan Takdir Alisyahbana.

‎”Beliau datang untuk bersilaturahmi sekaligus meminta dukungan agar Sutan Takdir Alisyahbana ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” kata Ali Anapiah.

Menurut Ali, dukungan tersebut disalurkan melalui LABRN sebagai representasi masyarakat adat dan warga Natal.

“Dukungan itu datang dari seluruh lapisan masyarakat melalui lembaga adat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah kecamatan, hingga unsur masyarakat lainnya. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Natal bersatu mendukung putra terbaiknya menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, STA merupakan sosok yang telah mengharumkan nama Indonesia melalui pemikirannya di bidang sastra, bahasa, dan kebudayaan.

“Beliau lahir di Natal, tetapi karya dan gagasannya menjadi milik bangsa. Sudah sewajarnya negara memberikan penghargaan atas jasa-jasa beliau,” ucap Ali.

Dukungan masyarakat Natal melengkapi langkah yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui seminar ilmiah yang membahas penguatan usulan Sutan Takdir Alisyahbana dan Willem Iskander sebagai Pahlawan Nasional. Seminar tersebut menjadi bagian dari penyusunan kajian akademik dan administrasi untuk memperkuat usulan kepada pemerintah pusat.

Sutan Takdir Alisyahbana lahir di Natal pada 11 Februari 1908. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor sastra modern Indonesia, pembaru bahasa Indonesia, pendiri majalah Poedjangga Baroe, serta penulis karya-karya besar seperti Layar Terkembang dan Dian yang Tak Kunjung Padam. Selain itu, STA juga merupakan salah satu pendiri Universitas Nasional dan tokoh penting dalam modernisasi bahasa Indonesia.

Melalui dukungan yang terus mengalir dari masyarakat, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah daerah, harapan agar nama Sutan Takdir Alisyahbana ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional kini semakin kuat.

‎Bagi masyarakat Natal, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada seorang sastrawan besar, tetapi juga pengakuan atas lahirnya seorang pemikir bangsa dari bumi pesisir Mandailing Natal. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rudi Erianto
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *