October 16, 2026

Pendaftar SLBN Bandung Barat Capai 20 Orang, Mayoritas Penyandang Tunagrahita

0



Asep Tedi
– 02 July 2026 | 19:07 – Dibaca 0 kali

News
Pendaftar SLBN Bandung Barat Capai 20 Orang, Mayoritas Penyandang Tunagrahita

Panitia Penerimaan Calon Murid Baru SLBN Bandung Barat, Rendra Edi Kusumah. (Foto: dok. Asep/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, KBB – Pendaftaran calon murid baru Tahun Ajaran 2026/2027 di SLBN Bandung Barat hingga awal Juli telah mencapai 20 orang.

Para pendaftar tersebut tersebar di lima Unit Layanan Disabilitas (ULD), yakni SLBN Induk Cipatat, ULD 1 Gunungbentang, ULD 2 Desa Ciburuy, ULD 3 Desa Ciburuy, dan ULD 4 Desa Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Panitia Penerimaan Calon Murid Baru SLBN Bandung Barat, Rendra Edi Kusumah, mengatakan sekolah tahun ini menerima peserta didik dengan berbagai ragam disabilitas, diantaranya tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, autisme, Down syndrome, serta MDVI (Multiple Disabilities with Visual Impairment).

Dari 20 pendaftar yang sudah masuk, mayoritas merupakan calon murid dengan hambatan intelektual atau tunagrahita.

“Pada tahun ini mekanisme pendaftaran berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu kami melakukan penjaringan dengan bekerja sama bersama Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), pemerintah desa, dan kecamatan untuk mencari calon murid baru di setiap wilayah,” ujar Rendra, Kamis (2/7/2026).

“Dan tahun ini kami hanya menerima pendaftaran di sekolah, sehingga orang tua datang langsung mendaftarkan anaknya,” lanjutnya.

Menurutnya, tiga bulan sebelum pembukaan pendaftaran pihak sekolah telah melakukan sosialisasi melalui media sosial. Namun, sekolah tidak lagi melakukan penjaringan secara aktif karena keterbatasan jumlah guru Pendidikan Luar Biasa (PLB).

“Saat ini jumlah siswa kami sudah mencapai sekitar 230 orang, sementara guru PLB hanya 42 orang yang tersebar di seluruh ULD. Idealnya satu guru menangani lima siswa, tetapi karena kekurangan guru ada yang harus mengajar dua hingga tiga rombongan belajar sehingga pembelajaran belum bisa maksimal,” katanya.

Rendra menjelaskan, kuota penerimaan tahun ajaran ini dibatasi sebanyak 50 calon murid baru yang dibagi rata di lima Unit Layanan Disabilitas, masing-masing menerima 10 siswa. Penerimaan dibuka untuk jenjang TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB.

Meski demikian, SLBN Bandung Barat tidak menetapkan batas waktu pendaftaran. Menurut Rendra, sekolah lebih mengutamakan edukasi kepada orang tua calon murid agar tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus.

“Masih ada orang tua yang menyembunyikan anaknya karena merasa malu. Akibatnya, anak yang seharusnya masuk SD pada usia tujuh tahun baru didaftarkan saat berusia sembilan tahun,” jelas Rendra.

“Kami terus mengedukasi bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Apalagi di SLB negeri seluruh biaya ditanggung Pemerintah Provinsi sehingga pendidikan diberikan secara gratis,” tandasnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Bandung Barat saat ini hanya memiliki satu SLB negeri. Untuk memperluas akses layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, sekolah membuka Unit Layanan Disabilitas di sejumlah wilayah dengan menyewa rumah maupun ruko sebagai tempat belajar.

Langkah tersebut dilakukan agar siswa yang tinggal jauh dari sekolah induk tidak terbebani biaya transportasi yang tinggi. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Asep Tedi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *