October 16, 2026

KPPLH Bumi Lestari Siapkan Program Infak Sampah Berkah di Sekolah

0



Asep Tedi
– 31 July 2026 | 21:07 – Dibaca 0 kali

Pendidikan
KPPLH Bumi Lestari Siapkan Program Infak Sampah Berkah di Sekolah

Komunitas Peduli Pendidikan Lingkungan Hidup KPPLH Bumi Lestari saat memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada pelajar di SMKN 1 Cisarua. (Foto: Asep/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, KBB – Komunitas Peduli Pendidikan Lingkungan Hidup (KPPLH) Bumi Lestari berencana meluncurkan program Infak Sampah Berkah di sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan sekaligus mengoptimalkan nilai ekonomi sampah.

Melalui program tersebut, setiap siswa nantinya diajak membawa sampah yang dapat didaur ulang, baik yang berasal dari rumah maupun yang ditemukan di lingkungan sekitar, untuk dikumpulkan di sekolah. Sampah yang terkumpul kemudian akan dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi.

Ketua KPPLH Bumi Lestari, Feri Haryanto Mulyana, mengatakan program ini bertujuan membangun karakter disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan pemahaman bahwa sampah memiliki manfaat dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Program ini memiliki nilai edukasi bahwa sampah bukan musibah, melainkan berkah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dikelola secara benar,” ujar Feri, Jumat (31/7/2026).

Menurut Feri, sebelum meluncurkan program tersebut, KPPLH Bumi Lestari telah memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada pelajar di dua sekolah di Kabupaten Bandung Barat, yakni SMKN 1 Cisarua dan SMAN 1 Cililin.

Ia menjelaskan, setiap jenis sampah, khususnya sampah plastik, memiliki nilai ekonomi. Hasil penjualan sampah yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dana kas sekolah maupun membantu kebutuhan siswa yang kurang mampu.

Feri menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Pendidikan.

“Selama ini kampanye tentang pengelolaan sampah sudah sering disampaikan. Namun apabila hanya menjadi slogan tanpa implementasi yang nyata, maka persoalan sampah tidak akan pernah terselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, program Infak Sampah Berkah tidak memerlukan anggaran pemerintah karena mampu menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan. Menurutnya, modal utama program tersebut adalah komitmen kepala sekolah, partisipasi siswa, serta dukungan pemerintah daerah.

KPPLH Bumi Lestari, lanjut Feri, juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah untuk memberikan edukasi sekaligus membantu pembelian sampah daur ulang dengan harga yang lebih baik sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh sekolah dan peserta didik.

Selain itu, Feri berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dapat mendukung penerapan program tersebut di seluruh sekolah.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama sampah anorganik yang membutuhkan pengelolaan khusus agar tidak mencemari lingkungan.

“Masalah sampah tidak akan pernah selesai apabila tidak ditangani dari hulunya. Sampah organik dapat kembali ke alam melalui proses pengomposan, sedangkan sampah plastik harus dikelola dengan baik karena berpotensi mencemari lingkungan dan berbahaya apabila dibakar,” katanya.

Feri menambahkan, KPPLH Bumi Lestari telah bergerak sebagai Komunitas Peduli Pendidikan Lingkungan Hidup sejak 2013 secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah.

Selama ini, komunitas tersebut tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga menerapkan pengelolaan sampah secara langsung sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Asep Tedi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *