October 16, 2026

Pembangunan Irigasi Program Oplah Kementan RI di Pangawaren Cilacap, Petani Terbantu

0


News
Pembangunan Irigasi Program Oplah Kementan RI di Pangawaren Cilacap, Petani Terbantu

Kepala Dusun Pangawaren, Desa Pangawaren, Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Dalio saat di lokasi pembangunan saluran irigasi Program Oplah Non Rawa di Dusun Pangaweran. (Foto: dok. Istimewa)

BERITA PLUS, CILACAP – Sejumlah desa di Cilacap, Jawa Tengah menerima Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Salah satunya Desa Pangawaren, Kecamatan Karangpucung.

Adapun program dari Kementan RI melalui Dinas Pertanian setempat ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. 

Selain itu, program berupa pembangunan infrastruktur saluran irigasi pertanian ini, diharapkan juga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pembangunan infrastruktur saluran irigasi ini tengah dikerjakan oleh Kelompok Tani Karya Bina Rukun desa setempat, dan berlokasi di Dusun Pangawaren. 

Kepala Dusun Pangawaren, Dalio mewakili petani setempat mengaku terbantu dengan adanya bantuan yang didapat tersebut. 

Oleh sebab itu, Program Oplah Kementan RI ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar dan harapan baru bagi para petani setempat.

“Dengan adanya saluran irigasi seperti ini, bisa membantu warga kami, khususnya para petani disini sebagai pengguna manfaat,” ujar Dalio di lokasi, Jumat (31/7/2026).

Pembangunan saluran irigasi ini didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 115.000.000 sepanjang 162 meter.

“Saluran irigasi ini panjangnya 162 meter, tapi kami bangun sepanjang 167 meter untuk spelling dan kita kasih lubang, pipa-pipa untuk mengaliri ke sawah,” ungkap Dalio.

Kadus Dalio menambahkan, pelaksanaan pembangunan irigasi tersebut, melibatkan warga sekitar. “Kebanyakan RT/RW kami berdayakan,” terangnya.

Sementara progres pembangunan saat ini baru mencapai 50 persen, dan ditargetkan selesai tiga minggu ke depan. Sedangkan pembangunan sendiri, telah dikerjakan selama dua belas hari.

“Kebetulan aliran airnya disini sangat deras sekali, kalau tidak ada saluran seperti ini airnya kesana. Jadi saluran ini berguna sekali supaya alirannya tertata,” beber Kadus Pangaweran ini.

“Dulu pernah ada, sama juga saluran seperti ini sepanjang kurang lebih 1.000 meter dan membantu sekali sampai sekarang,” lanjut dia.

Dalio berharap program Oplah yang saat ini diterima, dapat berkelanjutan untuk lebih mengoptimalkan produktifitas hasil pertanian.

“Kalau bisa ada lanjutan pembangunan saluran seperti ini lagi untuk menyambung ke sana ke sungai sekitar 450 meter,” ujarnya. 

“Dan ditopang lagi dengan Jalan Usaha Tani (Jut). Selain mendukung aktifitas petani, juga agar pertanian disini menjadi lebih bagus lagi,” pungkas Dalio. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *