Upacara Karo Suku Tengger Desa Ngadas Jadi Magnet Wisata Budaya Kabupaten Malang
Kabid Kebudayaan Disparbud Kabupaten Malang, Hartono. (foto: Istimewa)
BERITA PLUS, MALANG – Di tengah pesatnya perkembangan zaman, Desa Ngadas di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sukses membuktikan diri sebagai benteng pelestarian budaya yang kokoh.
Masyarakat setempat yang mayoritas merupakan warga Suku Tengger hingga kini aktif merawat berbagai ritual adat, salah satunya adalah Upacara Karo yang menjadi daya tarik utama wisata budaya di wilayah tersebut.
Upacara Karo merupakan perayaan hari raya adat yang sangat sakral dan penting bagi masyarakat Adat Tengger. Ritual tahunan ini diselenggarakan secara berkala setiap tanggal 15 berdasarkan kalender Saka Tengger.
Eksotisme dan nilai kesakralan yang kuat dalam perayaan ini terbukti mampu memikat wisatawan domestik hingga mancanegara untuk berbondong-bondong datang menyaksikan langsung.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Hartono, menegaskan pentingnya konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan ini.
“Upacara Karo adalah salah satu tradisi upacara adat yang sampai saat ini masih terus dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Ngadas,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
“Ini bukan sekadar perayaan, melainkan bukti nyata bahwa kedalaman nilai budaya Suku Tengger tidak hilang tergerus perubahan zaman,” lanjutnya.
Rangkaian Upacara Karo wajib dilaksanakan melalui prosesi ritual yang ketat dan berurutan dari awal hingga akhir.
Tari Sodoran dibawakan oleh para sesepuh adat tepat pukul 04.00 WIB pagi sebagai ritual pembuka (mblara’i).
Mekakat dan Pembacaan Kerti Joyo Prosesi penyucian sebelum kirab Manten Sodor, yang diisi dengan pembacaan mantra Karo serta peletakan sesajen.
Acara Santi yaitu ritual pengiriman doa kepada para Sidi Derma, dilanjutkan dengan selametan Banyu (air) dan Gaga (ladang/tegal) sebagai wujud syukur atas hasil bumi.
Dederek sebuah tradisi silaturahmi komunal di mana warga saling mengunjungi dari rumah ke rumah.
Puncak dari seluruh rangkaian Upacara Karo ini adalah Sadranan (Nyadran), yaitu ritual nyekar ke makam leluhur dengan membawa sesembahan.
Di lokasi pemakaman, warga mementaskan Tari Ojong sebagai tarian penutup resmi. Seluruh prosesi kemudian diakhiri secara khidmat melalui momen makan bersama di area pemakaman leluhur menggunakan hidangan yang telah didoakan.
Melalui penyelenggaraan Upacara Karo, Pemerintah Kabupaten Malang bersama masyarakat Desa Ngadas berkomitmen untuk terus mendorong sektor pariwisata berbasis kebudayaan, sekaligus memastikan identitas adat Suku Tengger tetap lestari bagi generasi mendatang. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
