October 16, 2026

Pemkab Lamongan Buka Peluang Usaha Wirausaha Muda Melalui Megpreneur 2026

0



Irqam
– 27 August 2026 | 17:08 – Dibaca 230 kali

News
Pemkab Lamongan Buka Peluang Usaha Wirausaha Muda Melalui Megpreneur 2026

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) membuka acara Megpreneur 2026. (Foto: Diskominfo Lamongan)

BERITA PLUS, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Megpreneur 2026.

Kegiatan tersebut sudah memasuki tahap offline session selama tiga hari, 26 hingga 28 Agustus 2026 yang dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Aula Gajah Mada Pemkab Lt.7, Rabu (26/8/2026).

Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes  menyampaikan apresiasi atas antusiasme generasi muda yang mengikuti Megpreneur 2026. Menurutnya, hal itu menunjukkan semakin banyak anak muda yang tidak hanya ingin mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

“Ini luar biasa, antusiasmenya menunjukkan bahwa anak-anak muda kita tidak hanya ingin mendapatkan pekerjaan, tetapi juga ingin menciptakan peluang baru dan lapangan pekerjaan,” kata orang nomor satu di Kota Soto.

Pak Yes menegaskan, Pemkab Lamongan memiliki komitmen konkret dalam memperkuat UMKM dan perekonomian daerah. Megpreneur 2026 menjadi salah satu program prioritas untuk mendukung potensi wirausaha muda melalui pengembangan usaha, perluasan akses pasar, pembiayaan, inovasi, serta peningkatan daya saing.

Terlebih, Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, maupun sektor lainnya. Pak Yes mendorong agar potensi tersebut tidak hanya dilihat dari sisi produksi, melainkan juga peluang pengolahan, pemasaran, inovasi, hingga pengembangan bisnis.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, Anang Taufik mengatakan bahwa Megpreneur 2026 bertujuan mencetak pebisnis sukses melalui pendampingan online dan offline, memperkuat ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir, serta meningkatkan daya saing bisnis lokal.

Dari total 319 peserta, terpilih 200 peserta untuk mengikuti offline session. Peserta berasal dari berbagai bidang, di antaranya agrobisnis, F&B, layanan jasa, serta teknologi dan aplikasi. Sebanyak 76 persen telah memiliki bisnis berjalan, sementara kurang lebih 23 persen masih berada pada tahap ide bisnis.

Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan mentoring dari praktisi, narasumber skala nasional, mentor berpengalaman, serta alumni Megpreneur yang telah sukses. 

Salah satunya adalah Head of Public Policy & Government Relations untuk Tokopedia dan TikTok Shop E-commerce Indonesia) Hilmi Adrianto. Peserta akan memperoleh akses pasar, perluasan jaringan, wawasan inovasi dan keberlanjutan bisnis, serta akses pembiayaan.

Salah satu peserta Megpreneur 2026, Ahmad Arif Satria yang merupakan pelaku usaha perdagangan Latar Cendhani di Sendangduwur yang telah berjalan tiga tahun, mengaku mengikuti Megpreneur untuk mengembangkan bisnisnya di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Di Megpreneur saya ingin belajar mengembangkan usaha, mengingat saat ini pasti banyak sekali pesaing bisnis yang ada disekitar kita. Adapun ingin mengembangkan pengetahuan tentang mengelola media sosial bisnis agar lebih menarik dan bisa menjangkau lebih banyak pembeli,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Irqam
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *