Saat Wisatawan Pulang, 37 Petugas Berjibaku Bersihkan Sisa Kemeriahan DCF 2026
Petugas kebersihan DPKPLH Banjarnegara membersihkan sampah yang ditinggalkan pengunjung di kawasan Dieng selama pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2026. (Foto: Iwan Setiawan/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, BANJARNEGARA – Di tengah gemerlap Dieng Culture Festival (DCF) 2026, ada puluhan petugas yang tak ikut larut dalam kemeriahan. Saat ribuan pengunjung menikmati rangkaian acara, mereka justru sibuk memungut sampah yang berserakan di sejumlah titik kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara.
Sebanyak 37 personel tenaga kebersihan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Banjarnegara diterjunkan untuk mengawal aksi “Dieng Bersih” selama pelaksanaan DCF 2026.
Para petugas dibagi ke dalam sejumlah tim dan disebar di lokasi-lokasi kegiatan. Mereka bekerja secara bergilir sejak pagi hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Kepala DPKPLH Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, mengatakan pengelolaan sampah dalam pelaksanaan DCF tahun ini tidak hanya berfokus pada kebersihan kawasan, tetapi juga bagaimana sampah yang terkumpul dapat dimanfaatkan kembali.
“Sudah ada komitmen bahwa sampah kegiatan tidak langsung dibawa ke TPA, dan panitia pun sudah kami minta untuk mengupayakan pemilahan sejak dari sumbernya. Kami bekerja sama dengan BSB dan BSIB (Bank Sampah Induk Banjarnegara),” kata Herrina, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, sampah bernilai rendah atau low value, seperti plastik pembungkus makanan, disalurkan ke BSB untuk diolah menjadi bahan bakar minyak petasol.
Sementara botol minuman kemasan disetorkan ke BSIB untuk didaur ulang dan diolah menjadi bahan baku biji plastik. “Jadi, hanya sisa residu yang kami bawa ke TPA,” jelasnya.
Namun, upaya menjaga kebersihan kawasan Dieng bukan perkara mudah. Petugas masih harus berhadapan dengan tingginya volume sampah yang ditinggalkan pengunjung.
Petugas kebersihan lapangan, Nur Muhammad, mengatakan puntung rokok dan botol minuman kemasan menjadi jenis sampah yang cukup banyak ditemukan di area kegiatan.Padahal, tempat sampah telah disediakan dan disebar di sejumlah titik.
“Kami ditugaskan membersihkan sampah terutama setiap selesai acara. Dalam sehari, kami bisa 3 sampai 4 kali mengangkut sampah yang terkumpul ke tempat pembuangan sementara,” ungkap Nur Muhammad.
Di balik tugas tersebut, para petugas juga menghadapi persoalan lain, yakni jarak penginapan dengan lokasi kegiatan yang cukup jauh. Kondisi ini membuat mereka membutuhkan waktu tempuh tambahan ketika hendak beristirahat.
Nur berharap ke depan tersedia sarana transportasi khusus bagi petugas kebersihan selama pelaksanaan event besar di kawasan Dieng. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
