September 16, 2026

Kapolresta Sumenep Soroti Judol hingga Tawuran, Pelajar Diminta Tak Mudah Terprovokasi

0


News
Kapolresta Sumenep Soroti Judol hingga Tawuran, Pelajar Diminta Tak Mudah Terprovokasi

Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SUMENEP – Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terseret berbagai perilaku negatif yang dapat mengganggu pendidikan maupun masa depan mereka.

Pesan tersebut disampaikan Ariek saat memimpin upacara di SMAN 1 Sumenep, Senin (14/09/2026) kemarin. Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyoroti sejumlah persoalan yang rentan menyasar kalangan pelajar, mulai dari judi online (judol), perundungan atau bullying, kenakalan remaja hingga tawuran antarpelajar.

Ariek meminta siswa tidak sekadar menghindari tindakan tersebut, tetapi juga tidak mudah terprovokasi maupun mengikuti ajakan teman yang berpotensi membawa mereka pada persoalan.

“Adik-adik sekalian adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, manfaatkan masa sekolah dengan sebaik-baiknya. Jauhi kenakalan remaja, judi online, bullying, tawuran, maupun berbagai perilaku negatif lainnya yang dapat merusak masa depan,” pesan Kapolresta Sumenep.

Menurut Ariek, masa sekolah merupakan fase penting dalam membangun karakter. Apa yang dilakukan pelajar dalam periode tersebut dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri untuk masa depan.

Karena itu, ia mendorong para siswa mengisi waktu dengan kegiatan yang memberikan manfaat, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan potensi dan kreativitas.

Perhatian Kapolresta juga diarahkan pada penggunaan teknologi. Menurutnya, perkembangan dunia digital harus diikuti dengan kemampuan untuk memilah aktivitas yang dilakukan di dalamnya.

Media sosial dan berbagai platform digital, kata Ariek, seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas dan mendukung prestasi. Bukan justru digunakan untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Di lingkungan sekolah, Ariek juga mengingatkan pentingnya menjaga etika pergaulan. Menghormati guru dan orang tua serta membangun hubungan yang baik dengan sesama pelajar dinilai menjadi bagian dari pembentukan karakter.

Ia kembali menekankan agar siswa tidak mudah terbawa suasana ketika menghadapi persoalan dengan teman maupun lingkungan sekitar.

“Jangan mudah terprovokasi dan jangan ikut-ikutan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tandasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *