September 16, 2026

Potret Pendidikan di Sungai Agung Kampar Sekolah Berdiri Sejak 2004, Bangunan Masih Memprihatinkan

0


News
Potret Pendidikan di Sungai Agung Kampar Sekolah Berdiri Sejak 2004, Bangunan Masih Memprihatinkan

Sekolah yang kini menjadi tempat belajar siswa SD Kelas Jarak Jauh UPT 007 Sungai Agung. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, KAMPAR – Bangunan SD Kelas Jarak Jauh UPT 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan berbahan kayu tampak berlubang dan mengalami kerusakan.

Kondisi itu terlihat dalam video yang dilihat redaksi Suara Indonesia, Rabu (16/9/2026). Ruang belajar sekolah tampak sederhana dengan fasilitas terbatas. 

Bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar itu tampak sudah dalam kondisi darurat.

Guru SD Kelas Jarak Jauh UPT 007 Sungai Agung, Romawati, mengatakan sekolah tersebut berdiri sejak 19 Juli 2004. Artinya lebih dari dua dekade, sekolah itu telah menjadi tempat belajar bagi anak-anak di Sungai Agung.

Menurut dia, keterbatasan fasilitas tidak menghalangi sekolah tersebut melahirkan sejumlah alumni yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Alhamdulillah sudah banyak keluaran dari sekolah kita yang baik, dari sarjana hukum, sarjana komputer, kebidanan, dan masih banyak lagi alumni yang sudah berhasil,” kata Romawati dalam video tersebut.

Namun kondisi bangunan kini menjadi persoalan. Romawati berharap Pemerintah Kabupaten Kampar memberikan perhatian terhadap sekolah tersebut.

“Semoga Bapak Kepala Daerah Kampar dapat memberi bantuannya untuk bangunan kami yang sekarang sudah sangat darurat,” ujarnya.

Romawati kemudian memperlihatkan bagian dalam ruang sekolah. Kondisinya terlihat apa adanya. Sekolah itu memiliki enam kelas, dari kelas I hingga kelas VI, dengan hanya dua orang guru.

Keterbatasan tenaga pengajar membuat satu guru harus menangani tiga kelas.

“Jadi satu ruangan kami mengajar, satu guru megang tiga kelas,” ucapnya dia.

Kondisi bangunan dan keterbatasan guru tersebut menambah tantangan bagi proses belajar-mengajar. 

Sekolah yang telah berdiri sejak 19 Juli 2004 itu kini berharap adanya perhatian pemerintah, terutama terhadap kondisi bangunan dan kebutuhan fasilitas pendidikan agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung dengan lebih layak. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *