Semarakkan Haornas 2026, Wartawan Ngawi Tanding Tiga Pilar Cetak 3 Gol
Tim sepak bola Wartawan Ketonggo FC saat pemanasan jelang pertandingan di Alun-alun Merdeka Ngawi. (Foto: dok. Istimewa)
BERITA PLUS, NGAWI – Memperingati Hari Olahraga Nasional 9 September 2026, Kabupaten Ngawi menggelar pertandingan sepak bola Tiga Pilar Piala Persinga di Alun-alun Merdeka Ngawi. Dalam gelaran itu, Tim Wartawan Ketonggo Football Club (FC) turut andil menyemarakkan acara tersebut.
Kapten kesebelasan Wartawan Ketonggo FC, Andika Abdilah, mengatakan tim yang mayoritas diisi wartawan nasional dalam dua laga yang dilakoni telah mencetak tiga gol di kandang lawan. Meski demikian, tim wartawan sulit lolos menuju babak selanjutnya.
“Saat penyisihan grup, tim kami dua kali pertandingan belum pernah menang, meski masih satu kali pertandingan lagi yang akan digelar pada Sabtu mendatang, sepertinya sulit untuk lolos ke tahap berikutnya,” ujar Andika yang akrab dipanggil Dika, Kamis (24/9/2026).
Kata Dika, kekalahan tim wartawan disebabkan kurangnya latihan bersama dan minimnya skill bermain. Selain itu, pemain tim Wartawan Ketonggo tidak mempunyai pengalaman dalam bermain sepak bola.
“Kalau bicara serius bermain bola ya tentu kami kalah, selain minim pemain disebabkan juga pemain dari Wartawan Ketonggo minim pengalaman, jadi ya kita mengalir saja ikut menyemarakkan,” ucap wartawan Memorandum, Dika.
Bagi Dika pertandingan ini sebagai ajang silaturahmi wartawan, setiap hari wartawan disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, rata-rata tugas liputan mencakup lima wilayah, diantaranya Kota/Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi.
“Teman-teman yang bertanding tidak hanya bertugas sebagai wartawan di Ngawi namun juga mencakup di kabupaten dan kota lain. Sehingga kita jarang ketemu, ketemunya saat agenda pekerjaan. Dalam event ini persiapannya seadanya saja,” imbuhnya.
Menurutnya, pertandingan Tiga Pilar menjadi hiburan menarik bagi masyarakat Ngawi. Pantauan rekan-rekan media, tim-tim Tiga Pilar khususnya tingkat kecamatan sangat serius latihan untuk menghadapi lawannya.
Masih kata Dika, seharusnya tim dari kecamatan lebih mudah menyandang juara, memilih pemain yang mumpuni dalam pertandingan sangat terbuka lebar, karena tim kecamatan terdiri dari pegawai kecamatan, pemerintah desa, koramil dan polsek.
“Tiga Pilar kecamatan lebih banyak pilihan, ada ratusan pegawai, seleksi pemain mudah dilakukan. Sedangkan kami wartawan hanya belasan pemain, tapi tidak apa-apa bagi kami ini hiburan, biasanya kita penonton kali ini kita pemain,” canda Dika.
Kendati begitu, wartawan senior tersebut menaruh harapan Tiga Pilar dari dinas Pemkab Ngawi menjadi juara, yakni Dinas Kesehatan yang pemainnya diisi oleh dokter dan perawat.
“Karena tim Dinkes meliputi dokter dan perawat, mereka juga banyak pilihan pemain terutama dari puskesmas se Kabupaten Ngawi. Selain tim Dinkes, Polres dan Kodim juga bisa dimungkinkan menang, termasuk di pemkab, tapi bola itu bulat nanti kita lihat siapa yang menjadi juara even ini,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Ngawi, Faisol, mengapresiasi penyelenggara Tiga Pilar Piala Persinga dalam rangka Haornas 2026. Menurutnya pertandingan sepak bola antar kecamatan ini tidak sekedar bersaing menjadi juara, namun juga mempererat tali silaturahmi. Ia berharap Tiga Pilar ini menjadi agenda tahunan Pemkab Ngawi.
“Pertandingan ini sebagai ajang silaturahmi guna mempererat persaudaraan. Kalah menang itu hal biasa, yang penting ikut menyemarakkan Haornas, semoga ini menjadi agenda tahunan, saya melihat masyarakat sangat terhibur,” katanya.
“Kami juga meminta doa dan dukungannya, sebentar lagi ada event serius dan bergengsi, yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur. Kabupaten Ngawi menjadi tuan rumah yang akan digelar November mendatang. Semoga Ngawi menjadi juara umum,” pintanya.
Sebagai informasi, pertandingan sepak bola Tiga Pilar Piala Persinga 2026 diikuti oleh 24 tim, terdiri dari 19 kecamatan, wartawan, Polres/Kodim, dokter/perawat, DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Ngawi.
Pembatasan usia pemain juga diberlakukan, yakni minimal berusia 33 tahun, dengan durasi permainan 50 menit membagi dua babak dengan diberi kesempatan turun minum 1 menit.
Pertandingan yang digelar mulai tanggal 20 September hingga 3 Oktober 2026 tersebut pun hadiahnya sangat menarik, yakni uang penghargaan senilai Rp 20 juta. Pertandingan dimulai dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, dalam satu hari 8 tim bertanding. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Ari Hermawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
