13 Siswa SD Blora Diduga Keracunan MBG, Keluhkan Sakit Perut dan Muntah
Team Work
– 01 October 2026 | 17:10 – Dibaca 36 kali
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup, di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Suara Indonesia)
BERITA PLUS, BLORA – Sebanyak 13 siswa SDN 1 Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menerima makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (1/10/2026).
Para siswa dari kelas 1 hingga kelas 4 tersebut mengalami sejumlah keluhan, di antaranya sakit perut, pusing, dan muntah. Makanan MBG yang diterima siswa tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup.
Kepala SDN 1 Tutup, Mustofa Kamal Riyanto, mengatakan keluhan siswa mulai diketahui sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, seorang guru kelas 2 melaporkan kepada dirinya bahwa terdapat siswa yang mengalami sakit perut, pusing, hingga muntah.
“Pertama muncul sekitar 09.30, Bu Guru kelas 2 lapor kepada saya kaitannya ada yang sakit perut, pusing, muntah. Kemudian ditangani Bu Guru dengan pertolongan pertama menggunakan minyak kayu putih,” kata Mustofa, Kamis (1/10/2026).
Setelah mengetahui adanya keluhan tersebut, pihak sekolah meminta siswa yang mengalami gejala untuk dipulangkan. Sekolah juga segera menghubungi pihak SPPG guna meminta penanganan.
“Saya chat WhatsApp ke kepala SPPG, karena tidak segera dibalas akhirnya kami telepon, mohon untuk segera ditangani,” ujarnya.
Menurut Mustofa, pihak SPPG kemudian datang ke sekolah. Namun, ia mempertanyakan penanganan awal yang dilakukan karena tenaga kesehatan belum langsung dilibatkan.
“Setelah datang saya bertanya, kenapa yang datang dari pihak SPPG bukan dari tim kesehatan. Kemudian dia baru telepon ke puskesmas,” jelasnya.
Tidak lama kemudian, petugas puskesmas datang ke sekolah untuk memeriksa kondisi para siswa. Petugas kepolisian dari Polsek serta personel Koramil juga turut datang untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan.
Sebanyak 13 siswa kemudian diperiksa. Mereka merupakan siswa penerima program MBG yang mendapatkan makanan dari SPPG Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup.
Sementara, Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Tutik Rahayu, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan ke SPPG Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup.
Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri proses pengolahan dan pendistribusian makanan yang diterima para siswa.
“Kita tadi menanyakan terkait dengan kapan masaknya dan matangnya jam berapa, terus distributornya siapa, kemudian datangnya jam berapa,” jelas Tutik.
Petugas Dinkes juga mendatangi langsung lokasi SPPG untuk memeriksa kondisi tempat pengolahan makanan.
“Dari pemeriksaan awal, ternyata ada banyak dindingnya yang bolong,” ungkapnya.
Meski demikian, Tutik menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.
Menurut dia, pemeriksaan masih berlangsung dan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang berkaitan dengan makanan tersebut.
“Kami belum bisa menyampaikan sepenuhnya karena masih proses pemeriksaan laboratorium,” pungkasnya.
Disisi lain, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan tersebut. “Masih dalam proses penyelidikan,” kata Zaenul.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
