PTPN I Regional 5 Gandeng Pemkab Bondowoso Genjot Popularitas Kopi Lokal Lewat Lomba Media Sosial
Bahrullah
– 03 October 2026 | 11:10 – Dibaca 1.50k kali
Suasana Media & Creator Gathering “Bondowoso Republik Kopi” di Pujasera Jembatan Ki Ronggo, Bondowoso, Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, insan media, dan komunitas kreator tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas promosi
BONDOWOSO – Upaya mengangkat kopi Bondowoso ke panggung yang lebih luas kembali digerakkan. PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 5 berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui kompetisi video media sosial bertajuk “Bondowoso Republik Kopi”.
Kolaborasi itu diperkuat lewat Media & Creator Gathering yang mempertemukan pemerintah daerah, insan media, dan komunitas kreator di Pujasera Jembatan Ki Ronggo, Jumat (2/10/2026).
Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero) Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, menegaskan kompetisi tersebut bukan sekadar ajang membuat konten.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan kopi Bondowoso secara lebih luas dengan mengangkat kualitas sekaligus cerita dan potensi yang berada di balik komoditas tersebut.
“Kita ingin kopi Bondowoso tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena cerita di baliknya. Melalui media sosial, cerita tersebut bisa menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. Harapannya, konten-konten yang dibuat dapat ditonton ribuan bahkan jutaan orang dan ikut membuka peluang agar usaha kopi di Bondowoso berkembang semakin pesat,” ujar Reggy.
PTPN I (Persero) Regional 5 sendiri bukan pemain yang berada di luar ekosistem kopi Bondowoso. Perusahaan tersebut turut memiliki jejak perkebunan kopi melalui Kebun Blawan, Java Coffee Estate, Kayumas, dan Pancur Angkrek.
Keberadaan sejumlah perkebunan itu menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan kopi Bondowoso, sekaligus memperkuat posisi perkebunan sebagai salah satu elemen penting dalam ekosistem komoditas kopi daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., menyambut kolaborasi tersebut. Ia menyebut “Bondowoso Republik Kopi Reborn” sebagai momentum untuk kembali mengangkat potensi kopi Bondowoso melalui berbagai kanal, terutama media sosial yang memiliki jangkauan luas.
“Terima kasih atas kolaborasi PTPN I Regional 5 dalam menghadirkan kembali semangat Bondowoso Republik Kopi melalui Bondowoso Republik Kopi Reborn. Kami mendukung kegiatan ini untuk semakin memperkenalkan kopi Bondowoso di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Mulyadi.
Dukungan juga datang dari Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu. Ia melihat kompetisi konten sebagai cara kreatif untuk menghidupkan kembali narasi tentang kopi Bondowoso, sekaligus membuka pemahaman generasi muda mengenai dampak ekonomi komoditas tersebut.
“Kompetisi konten seperti ini menjadi langkah besar. Bukan hanya untuk mengingatkan bahwa Bondowoso memiliki mutiara hitam dari timur, yaitu kopi, tetapi juga memberikan edukasi bahwa kopi bukan sekadar komoditas, melainkan memiliki dampak ekonomi yang luas,” ujar Sinca.
Antusiasme terhadap kompetisi tersebut tercermin dari jumlah karya yang masuk. Sejak dibuka pada awal September hingga 1 Oktober 2026, ratusan karya telah disubmit. Pesertanya tidak hanya berasal dari Bondowoso, tetapi juga sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Surabaya, Malang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Medan, Asahan, Bengkalis, hingga Denpasar.
Kolaborasi lintas sektor itu menunjukkan bahwa promosi kopi Bondowoso kini tidak hanya mengandalkan jalur konvensional. Pemerintah, perkebunan, media, dan kreator didorong berada dalam satu ekosistem untuk memperbesar jangkauan cerita mengenai kopi daerah. Tantangannya, gaung promosi tersebut perlu diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi pelaku usaha, petani, sektor pariwisata, dan masyarakat Bondowoso.
Lewat “Bondowoso Republik Kopi”, cerita mengenai kopi lokal diharapkan tidak berhenti sebagai konten yang ramai sesaat di media sosial.
Lebih jauh, kampanye tersebut diharapkan mampu membuka ruang pengembangan ekonomi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Bondowoso sebagai salah satu daerah penghasil kopi yang layak diperhitungkan di tingkat nasional hingga internasional.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
