October 16, 2026

Shelter Tsunami Enam Lantai Rp 83,25 Miliar Bakal Dibangun di Cilacap

0


News
Shelter Tsunami Enam Lantai Rp 83,25 Miliar Bakal Dibangun di Cilacap

Tangkapan layar gambar rancangan bangunan shelter tsunami, yang akan dibangun di Cilacap. (Foto: dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, CILACAP – Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah di pesisir selatan Jawa yang masuk kategori paling rawan terhadap ancaman bencana gempa bumi dan tsunami. 

Sebagai upaya mitigasi bencana, khususnya terhadap ancaman tsunami, pemerintah berencana membangun shelter tsunami di Kabupaten Cilacap.

Bangunan enam lantai yang nanti akan difungsikan sebagai tempat pengungsian warga saat terjadi tsunami, sedianya dibangun pada akhir tahun ini.

Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis III Jawa Tengah Fahrizal Patriaman mengungkap, rencana pembangunan shelter telah memasuki tahap pengukuran lapangan setelah dilakukan penandatangan kontrak.

“Sudah penandatanganan kontrak dan sudah dilakukan pengukuran di lapangan,” kata Fahrizal, Sabtu (3/10/2026). 

Adapun lahan untuk pembangunan shelter ini telah disiapkan Pemkab Cilacap seluas 24.106 meter persegi.

Sementara itu, untuk lokasi bangunan berada di wilayah pesisir pantai di Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan.

“Untuk luasan bangunan 11.742 meter persegi dan berjarak 400 meter dari garis pantai,” ungkap Fahrizal.

Lebih lanjut, pembangunan shelter ini menelan anggaran Rp 83,25 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum, yang dikerjakan PT Nindya Beton ini, sedianya dimulai pada 25 September 2026 hingga 21 Juli 2027 mendatang.

“Untuk pelaksanaan pembangunan 300 hari kalender, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 360 hari,” kata Fahrizal.

Pembangunan sendiri mencakup pekerjaan pondasi dan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal dan plambing, penataan kawasan, serta penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi.

Sedangkan untuk pengawasan dan manajemen konstruksi dilakukan PT Widha dengan nilai kontrak Rp 2,54 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir Juli 2027.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Annisa Fabriana menyambut baik adanya pembangunan shelter tsunami tersebut. 

Menurutnya, dalam upaya mitigasi bencana, tidak hanya pengetahuan masyarakat saja, namun perlunya dukungan juga baik sarana maupun prasarana untuk penyelamatan.

“Setidaknya kehadiran shelter ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat di pesisir,” ujar Annisa.

“Pembangunan shelter ini upaya untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah pesisir,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *