October 16, 2026

Kemarau Panjang Bikin Warga Kesulitan Air, Pemkab Banjarnegara Gelar Salat Istisqa

0


News
Kemarau Panjang Bikin Warga Kesulitan Air, Pemkab Banjarnegara Gelar Salat Istisqa

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali bersama warga saat melaksanakan salat istisqa di Lapangan Tembak Letda Makhlani, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan. (Foto: Iwan/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BANJARNEGARA – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, membuat warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Salat istisqa digelar di Lapangan Tembak Letda Makhlani, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Senin (5/10/2026). Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan cukup parah.

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali memimpin langsung salat istisqa sekaligus menyampaikan khutbah di hadapan masyarakat.

Wakhid mengatakan, salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual pemerintah bersama masyarakat untuk menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.

“Kita memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang memberikan rezeki dan hujan. Mudah-mudahan hujan segera turun dan kekeringan segera terhenti,” kata Wakhid Jumali kepada wartawan.

Menurutnya, dampak kekeringan sudah dirasakan masyarakat di puluhan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Bahkan, ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.

“Sudah banyak masyarakat yang kekurangan air bersih. Di Banjarnegara terdapat 60 desa di 15 kecamatan yang terdampak,” ujarnya.

Wakhid berharap hujan segera turun secara merata, khususnya di wilayah yang sumber mata airnya telah mengering. Ia menyebut, Desa Kebutuhjurang menjadi salah satu wilayah yang kondisinya cukup memprihatinkan. “Di sini tanahnya dibor sedalam apa pun masih belum keluar airnya,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Desa Kebutuhjurang Noto Waluyo mengatakan, wilayahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar lima bulan.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air yang masih tersedia berada cukup jauh dan debitnya kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. “Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah, sulit sekali di wilayah Kebutuhjurang ini,” kata Noto. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *