October 16, 2026

SPPG Kalimandi Banjarnegara Ditutup Sementara, Dinkes Temukan Coliform pada Sampel MBG

0


News
SPPG Kalimandi Banjarnegara Ditutup Sementara, Dinkes Temukan Coliform pada Sampel MBG

Hery Purnomo (kiri) saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, Senin (5/10/2026), terkait hasil pemeriksaan sampel makanan MBG di SPPG Desa Kalimandi.(Foto: Iwan/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BANJARNEGARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menemukan kandungan coliform pada nasi, air, dan kacang tanah goreng dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kalimandi, Kecamatan Purwareja Klampok, melebihi standar baku mutu yang ditetapkan.

Temuan tersebut muncul setelah sebelumnya sebanyak 18 siswa mengalami gangguan pencernaan berupa mual, pusing, muntah, dan sakit perut usai menerima makanan MBG.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes Banjarnegara, Hery Purnomo, mengatakan coliform merupakan kelompok bakteri indikator adanya kontaminasi yang dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan, termasuk pada saluran pencernaan.

“Berdasarkan hasil sementara, temuan tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami gangguan pencernaan,” kata Hery, Senin (5/10/2026).

Meski demikian, Dinkes Banjarnegara masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan berupa usap alat makan serta pemeriksaan terhadap penjamah makanan melalui rectal swab.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes meminta pengelola SPPG memastikan air yang digunakan dalam seluruh aktivitas di dapur memenuhi standar baku mutu.

Menurut Hery, penggunaan air tidak hanya untuk memasak makanan, tetapi juga untuk mencuci peralatan makan atau ompreng serta kebutuhan lainnya di dapur.

“Langkah perbaikannya adalah bagaimana kita mentreatment air yang digunakan itu betul-betul sesuai standar baku mutu yang ditentukan. Kemudian itu tidak hanya sekadar bagi yang masak, termasuk air yang untuk cuci ompreng dan untuk kepentingan lain di dapur itu sendiri,” ujarnya.

Selain kualitas air, Dinkes juga meminta proses pengolahan makanan diperhatikan secara ketat. Makanan harus dimasak hingga matang sempurna dan proses pendinginan dilakukan dengan meminimalkan potensi kontaminasi.

“Kalau di makanannya pastikan makanan matang sempurna. Kemudian pada proses pendinginan makanan ini pastikan tidak banyak kontaminasi, tidak banyak penjamah yang beraktivitas di tempat pendinginan,” jelasnya.

Dinkes Banjarnegara juga mengimbau seluruh SPPG mematuhi standar operasional dan alur keamanan pangan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses peracikan, pengolahan, pemasakan, pemorsian hingga distribusi.

Setiap tahapan tersebut dinilai dapat memengaruhi potensi terjadinya kontaminasi makanan apabila tidak dilakukan sesuai prosedur.

Sementara itu, operasional SPPG Desa Kalimandi untuk sementara diberhentikan selama 20 hari sebagai bagian dari upaya perbaikan dan evaluasi keamanan pangan.

Dinkes berharap setelah seluruh proses perbaikan dilakukan, kualitas makanan MBG yang diproduksi dapat memenuhi standar keamanan pangan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *