Bulog Genjot Penyaluran Jagung Pakan Rp 5.000 per Kg, 112 Ribu Ton Sampai ke Peternak Mikro
SPHP Jagung Pakan. (Foto: dok. Istimewa)
BERITA PLUS, JAKARTA – Perum Bulog terus mempercepat penyaluran jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp 5.000 per kilogram untuk menjaga pasokan pakan murah bagi peternak.
Hingga 9 Oktober 2026, dari total alokasi 241.972 ton, BULOG telah menyalurkan 185.699 ton atau 76,7 persen. Khusus untuk peternak mikro, penyaluran mencapai 112.205 ton dari pagu 150.171 ton atau 74,71 persen.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stok nasional mencukupi dan peternak tidak perlu khawatir.
“Bulog berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses peternak dengan harga Rp5.000 per kilogram. Kami optimalkan jaringan distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Rizal, Kamis (9/10/2026).
Menurutnya, menjaga jagung bukan hanya soal stok, tapi juga keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian ketahanan pangan nasional.
Program SPHP jagung saat ini telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi dengan 7.553 peternak di berbagai daerah. Penyaluran lewat koperasi dinilai lebih tepat sasaran.
Secara nasional, stok jagung pemerintah per 9 Oktober 2026 tercatat 98.442 ton. Bulog tengah mempercepat movement nasional (movenas) untuk pemerataan, terutama ke Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Sumatera Barat.
“Stok sangat memadai untuk sisa penyaluran SPHP. Fokus kami percepat pergerakan stok ke daerah yang membutuhkan,” tegas Rizal.
Selain penyaluran, Bulog juga menjalankan penugasan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) 2026 dengan target pengadaan 1 juta ton. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dipatok Rp 5.500/kg di tingkat petani dan Rp 6.400/kg di gudang Bulog.
Langkah hulu-hilir ini disiapkan untuk menjaga keseimbangan petani dan peternak menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wiwit Kuncoro |
| Editor | : Alfiana Putri |
