October 16, 2026

Khofifah Ungkap Strategi Atasi Kekeringan di Jatim, dari Modifikasi Cuaca hingga Sumur Bor

0


News
Khofifah Ungkap Strategi Atasi Kekeringan di Jatim, dari Modifikasi Cuaca hingga Sumur Bor

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat berkunjung ke Sumenep. Foto: Wildan/suaraindonesia.co.id.

SUMENEP, BERITA PLUS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan sejumlah upaya pemerintah provinsi dalam menangani kekeringan dan krisis air bersih yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Menurut Khofifah, penanganan kekeringan dilakukan melalui kombinasi operasi modifikasi cuaca, pencarian sumber air, pembangunan sumur bor, dan distribusi air bersih.

Ia menjelaskan, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilaksanakan sejak 6 September 2026. Pelaksanaannya menyesuaikan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama ketika terdeteksi titik-titik awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

“Kalau ada BMKG bilang ini ada titik-titik awan, nah sudah kita akan mengikuti dengan operasi modifikasi cuaca,” ujar Khofifah.

Ia menyebut upaya itu, telah menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. Namun, pemerintah masih terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak.

Selain modifikasi cuaca, Pemprov Jawa Timur berusaha mengakses sumber air terdekat yang memungkinkan untuk dimanfaatkan. Jarak sumber air menuju kawasan yang membutuhkan pasokan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan.

Khofifah mencontohkan adanya sumber air yang berjarak sekitar 11 hingga 17 kilometer dari titik kebutuhan. Pemerintah juga mengkaji lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor.

“Kita mencoba mengakses sumber-sumber air terdekat,” katanya.

Menurut Khofifah, sebanyak 25 kabupaten/kota telah masuk kategori krisis air dan menetapkan status tanggap darurat. Karena itu, distribusi air bersih tetap menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah upaya tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat memohon turunnya hujan melalui salat istiska. Ia meminta agar pelaksanaan salat tersebut turut dilakukan di daerah yang membutuhkan hujan.

“Nanti juga Pak Wabup setiap Jumat ini saya minta tolong setelah salat Jumat dilanjutkan dengan salat istiska, mohon hujan yang menjadi rahmat dan manfaat,” tuturnya.

Dalam kunjungan ke Sumenep, Khofifah juga menyoroti pentingnya mengenalkan potensi maritim kepada generasi muda. Menurutnya, kawasan pesisir seperti Pantai Slopeng dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan laut dan identitas Indonesia sebagai negara maritim.

Ia mengaku memiliki pengalaman mengikuti kegiatan TNI Angkatan Laut di kawasan tersebut dan menilai potensi kemaritiman Sumenep layak dikenalkan lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI Angkatan Laut dalam kegiatan tersebut, termasuk pemanfaatan KRI Makassar-590. Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, dan berbagai unsur lainnya menjadi bagian penting dalam menjalankan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Basis kemaritimannya dapat, lalu nanti kita juga akan memberikan alat tangkap untuk para nelayan dan mengenalkan kepada anak-anak semua indahnya Indonesia,” tutupnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *