October 16, 2026

Jelang Nataru, ASDP Percepat Peningkatan Dua Dermaga Penyeberangan Jawa-Bali

0


Ekbis
Jelang Nataru, ASDP Percepat Peningkatan Dua Dermaga Penyeberangan Jawa-Bali

ASDP mempercepat peningkatan kapasitas dermaga Ketapang dan Gilimanuk menjelang Nataru. (Foto: Dok. ASDP Ketapang).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan kapasitas Dermaga Ponton Ketapang dan Dermaga II Gilimanuk agar mampu melayani kapal berkapasitas lebih besar menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Peningkatan infrastruktur pada jalur penyeberangan strategis penghubung Jawa–Bali tersebut ditargetkan membuat kedua dermaga siap beroperasi secara fungsional saat periode libur akhir tahun, sekaligus memperkuat fleksibilitas pelayanan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, peningkatan kapasitas dermaga menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan kesiapan infrastruktur dengan kebutuhan layanan penyeberangan yang terus berkembang, terutama menghadapi peningkatan mobilitas penumpang dan kendaraan.

“Peningkatan kapasitas dermaga Ketapang–Gilimanuk merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperkuat keandalan layanan penyeberangan, terutama pada lintasan dengan mobilitas yang tinggi. Kami terus mendorong percepatan pekerjaan agar kedua dermaga dapat beroperasi secara fungsional pada periode Nataru 2026/2027, sehingga kapasitas dan fleksibilitas pelayanan semakin baik dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” ujar Heru.

Kapasitas Dermaga Ditingkatkan hingga 60 Ton

Program peningkatan kapasitas dermaga direncanakan berlangsung bertahap pada 2026–2029. Pada tahap pertama tahun ini, pekerjaan difokuskan pada Dermaga Ponton Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Dermaga II Gilimanuk di Jembrana, Bali.

Kedua dermaga dikembangkan untuk mendukung pelayanan kapal berkapasitas lebih besar sekaligus memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan. Peningkatan mencakup kemampuan menahan beban serta kapasitas kapal yang dapat dilayani.

Di Ketapang, Dermaga Ponton sebelumnya difungsikan sebagai anchorage area atau daerah labuh jangkar. Dermaga tersebut memiliki kapasitas beban 10 ton dan melayani kapal berkapasitas hingga 500 GRT.

Melalui peningkatan ini, Dermaga Ponton akan dikembangkan menjadi dermaga movable bridge (MB). Kapasitas bebannya meningkat menjadi 60 ton, sedangkan kemampuan pelayanan kapalnya ditargetkan mencapai 5.000 GRT.

Sementara itu, Dermaga II Gilimanuk sebelumnya memiliki kapasitas beban 30 ton dan melayani kapal hingga 2.000 GRT. Setelah ditingkatkan, dermaga tersebut ditargetkan mampu menahan beban 60 ton dan melayani kapal hingga 5.000 GRT.

Peningkatan kemampuan teknis kedua fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kesiapan operasional kapal berkapasitas besar. Pengembangan ini juga memberikan fleksibilitas pengaturan sandar dan pemuatan kapal sesuai kebutuhan operasional.

Pekerjaan Berlangsung Sejak Agustus 2026

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan, pekerjaan peningkatan kapasitas kedua dermaga telah dimulai sejak Agustus 2026. Percepatan dilakukan untuk mengejar target kesiapan fungsional sebelum periode puncak perjalanan akhir tahun.

“Untuk mengejar target penyelesaian, kami menerapkan sejumlah strategi percepatan melalui optimalisasi tahapan pekerjaan, pemanfaatan sumber daya secara efektif, serta penerapan metode pelaksanaan yang adaptif dan efisien. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga progres pekerjaan sekaligus memastikan kesiapan fasilitas sebelum memasuki periode puncak perjalanan akhir tahun,” jelas Media.

Pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, dan kesiapan operasional. ASDP juga mengoptimalkan sumber daya serta tahapan pembangunan agar peningkatan infrastruktur berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan penyeberangan.

Operasional Penyeberangan Tetap Berjalan

Di tengah pengerjaan peningkatan kapasitas dermaga, operasional penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tetap dikelola dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan keselamatan pelayaran. ASDP berupaya menjaga kelancaran layanan selama pekerjaan berlangsung.

Berdasarkan data operasional pada Selasa (13/10/2026), terdapat 26 kapal yang tercatat dalam pengaturan operasional lintasan. Pengelolaan armada tersebut menjadi bagian dari kesiapan perusahaan dalam menjaga pelayanan penyeberangan.

“Kami tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan operasional harian tetap berjalan dengan baik. Koordinasi di lapangan, kesiapan armada, dan kedisiplinan pengguna jasa menjadi faktor penting agar layanan penyeberangan tetap optimal,” tambah Media.

Pengguna Jasa Diimbau Membeli Tiket Lebih Awal

Selain meningkatkan kapasitas dermaga dan mengelola operasional, ASDP mengimbau pengguna jasa merencanakan perjalanan lebih awal. Pembelian tiket dilakukan melalui Ferizy sebelum pengguna tiba di pelabuhan.

Pengguna jasa juga diminta menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan rencana perjalanan serta memastikan data penumpang dan kendaraan diisi secara benar. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran dan ketertiban pelayanan penyeberangan.

Melalui peningkatan kapasitas dermaga, penguatan pengelolaan operasional, dan pemanfaatan layanan digital, ASDP berkomitmen menghadirkan penyeberangan yang semakin andal bagi masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus mendukung kelancaran mobilitas penumpang dan distribusi logistik pada lintasan strategis Ketapang–Gilimanuk selama periode Nataru 2026/2027. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *