Filosi Robotic Competition 2026 Resmi Digelar di Kota Kupang
Perlombaan Filosi Robotic Competition Tahun 2026. (Foto: Rolandus Tahoni / Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, KUPANG –Kompetisi robotik terbesar pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi digelar dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang teknologi dan inovasi. Rabu, (20/5/2026)
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh lembaga pelatihan pendidikan di bawah naungan PT. Filosi Exider Inovasi yang di dirikan belum setahun, namun sudah menghadirkan ajang teknologi berskala besar di NTT.
Manager Logosi Institute Virginia Rosa da Silva, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berfokus pada pengembangan ekosistem teknologi dan kemandirian inovasi di lingkungan pendidikan, baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi di wilayah NTT.
“Dengan ide-ide besar kita berupayah membangun kemandirian teknologi di NTT, khususnya di institusi pendidikan baik kampus maupun sekolah, akhirnya terselenggara lah kompetisi robotik terbesar pertama di NTT,” ujarnya.
Diketahui Kompetisi tersebut diikuti hampir 150 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dan kategori umum.
Para peserta berasal dari berbagai daerah di Pulau Timor seperti Kupang, Soe, dan juga ada yang dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang ada di Atambua, termasuk peserta dari luar NTT seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam perlombaan itu, sebanyak 40 regu bertanding karena sistem lomba dilakukan secara beregu. Tentunya, kita bersyukur atas tingginya antusiasme peserta yang dmenjadi bukti bahwa NTT memiliki potensi besar di bidang teknologi dan robotik.
“Kami melihat ternyata NTT memiliki potensi yang sangat besar di bidang teknologi. Selama ini mungkin belum ada wadah bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan di bidang robotik,” katanya.
Menurutnya Vivin, kompetisi tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya ekosistem teknologi yang berkelanjutan di NTT sehingga daerah ini tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi sendiri.
“Kedepannya kita berharap bisa menjadi produsen teknologi, bukan hanya konsumen. Selama ini hampir semua teknologi diimpor dari luar, sehingga ini saatnya kita bergerak maju karena Indonesia punya potensi besar,” lanjutnya.
Kompetisi robotik ini dijadwalkan selama tiga hari, terhitung sejak 20-22 Mei 2026 para peserta akan bersaing menampilkan inovasi dan kemampuan terbaik mereka di bidang robotik dan teknologi rekayasa.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rolandus Tahoni |
| Editor | : Alfiana Putri |
