Sambung Ayat Berbuah Beasiswa, MTQ Korpri Jadi Ruang Tumbuhkan Iman dan Pendidikan ASN
Irman
– 25 August 2026 | 08:08 – Dibaca 0 kali
Kegiatan pembukaan MTQ Korpri Sulsel. (Foto: Irman/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, MAKASSAR – Ada kejutan yang tak disangka dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) malam.
Di tengah suasana pembukaan yang berlangsung semarak, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Korpri, Prof. Zudan Arif Fakhrullah, secara spontan memberikan kuis sambung ayat kepada para peserta. Kuis sederhana itu kemudian menjadi momen tak terlupakan bagi dua aparatur sipil negara (ASN).
Dua peserta yang berhasil menjawab tantangan sambung ayat tersebut masing-masing berasal dari Papua Barat dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bukan sekadar tepuk tangan dan penghargaan yang mereka terima. Jawaban tepat atas ayat Al-Qur’an itu membuahkan kesempatan pendidikan tinggi melalui beasiswa jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Momen tersebut sontak mendapat perayaan meriah dari peserta MTQ. Di tengah kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, terselip pesan bahwa prestasi keagamaan juga dapat menjadi pintu menuju peningkatan kualitas diri melalui pendidikan.
Bagi Prof. Zudan, pemberian beasiswa itu bukan sekadar hadiah dari kuis spontan. Ia ingin menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas ASN harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, integritas, keimanan, dan ketakwaan.
“Intinya MTQ Korpri bukan hanya soal juara, tapi bagaimana ASN lebih bertakwa, beriman, dan amanah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Prof. Zudan.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia ASN. Oleh karena itu, kesempatan untuk terus belajar harus dibuka seluas-luasnya agar ASN mampu meningkatkan kompetensi sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Prof. Zudan menegaskan, MTQ Korpri tidak seharusnya hanya dipandang sebagai arena untuk mencari juara dari berbagai cabang perlombaan.
Lebih dari itu, MTQ harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan ASN, terutama ketika mereka kembali menjalankan tugas dan berhadapan langsung dengan masyarakat.
Ia berharap nilai-nilai yang dipelajari selama MTQ tidak berhenti di panggung perlombaan, tetapi dibawa ke lingkungan kerja dan diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kami titip agar MTQ ini menjadi ikhtiar kami untuk membumikan nilai Al-Qur’an di kalangan ASN,” ujar Prof. Zudan.
Menurutnya, ASN memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Setiap hari, mereka berhadapan dengan warga melalui berbagai bentuk pelayanan pemerintah.
Oleh karena itu, kejujuran, amanah, tanggung jawab, integritas, dan ketakwaan seharusnya tidak hanya menjadi nilai yang dibaca dalam ayat, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku dan budaya kerja birokrasi. “Intinya, MTQ adalah ruang dakwah bagi ASN,” katanya.
MTQ VIII Korpri 2026 diikuti sebanyak 1.173 peserta dan pejabat dari berbagai daerah, kementerian, serta lembaga.
Kehadiran ribuan peserta tidak hanya menghadirkan semarak kompetisi keagamaan, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
Prof. Zudan mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sekretaris daerah, serta panitia pusat dan daerah yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran ASN, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. “Ini merupakan berkah bagi Kota Makassar karena hotel dan UMKM laris manis,” kata Prof. Zudan.
MTQ VIII Korpri 2026 juga memiliki makna personal bagi Prof. Zudan. Setelah sekitar 12 tahun memimpin Korpri, ia menyebut pelaksanaan MTQ kali ini sebagai MTQ wada, atau MTQ perpisahan.
“Ini merupakan MTQ wada, atau perpisahan MTQ. Sejak kami memimpin Korpri, sudah enam kali kita adakan MTQ Korpri,” jelasnya.
Meski begitu, ia berharap tradisi tersebut tidak berhenti. Kepengurusan Korpri berikutnya diharapkan tetap melanjutkan MTQ sebagai ruang pelatihan spiritual sekaligus pengembangan kapasitas ASN.
Ia mencontohkan Sumatera Barat yang telah dua kali menjadi juara umum. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa MTQ Korpri bukan hanya milik kementerian dan lembaga pemerintah pusat.
“Ini menandakan bahwa MTQ ini bukan milik kementerian dan lembaga di pusat, tetapi juga memberikan kesempatan luas kepada daerah untuk bersaing dan berkompetisi,” tutur Prof. Zudan.
Pada akhirnya, kisah dua ASN yang mendapatkan beasiswa setelah mampu menyambung ayat menjadi salah satu pesan paling humanis dari MTQ kali ini.
Di tengah lantunan ayat suci dan semangat berkompetisi, ada kesempatan untuk membuka jalan pendidikan. Sebuah pengingat bahwa membangun ASN tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi, tetapi juga dengan memperkuat ilmu, iman, integritas, dan kemauan untuk terus belajar. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irman |
| Editor | : Alfiana Putri |
