Bocah Balita di Ngawi Tewas Tenggelam di Kolam Ikan Milik Tetangganya
Dokter Puskesmas Walikukun saat memeriksa jenazah bocah balita tewas tenggelam di kolam ikan. (Foto: Ari/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, NGAWI – Warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan peristiwa meninggalnya bocah berusia 3 tahun karena tenggelam di kolam ikan hias milik tetangganya.
Peristiwa yang terjadi pada sore sekitar pukul 14.30 WIB, berawal dari laporan saksi bernama Supardi ke pihak kepolisian bahwa ditemukan bocah yang sudah tidak bernyawa berada di dasar kolam ikan hias milik Leni Rasanti yang tak lain merupakan tetangga korban.
Kepada polisi Supardi mengatakan, menurut pengakuan pihak keluarga korban, sekitar pukul 13.00 WIB bocah tersebut pamit keluar rumah bermain di halaman. Setelah beberapa lamanya waktu, ibu kandung korban inisial P memanggil korban namun tak kunjung mendapatkan jawaban.
Kemudian ibu korban keluar rumah ingin memeriksa ke halaman rumah namun bocah tersebut justru tidak ditemukan. Merasa curiga, ibu korban pun mencari ke rumah-rumah tetangganya.
Tak disangka, saat melihat pintu gerbang rumah milik Leni Rasanti terbuka, ibu kandung korban langsung masuk dan menuju kolam ikan hias dan sudah mendapati anaknya tenggelam dan berada di dasar kolam diduga sudah tidak bernyawa.
“Ibu korban teriak sangat keras sekali meminta tolong, saking kerasnya teriakan, warga sekitar lokasi langsung keluar rumah menuju rumah Bu Leni. Saat warga mendekati kolam, korban ditemukan telungkup tenggelam di dasar kolam ikan diperkirakan sudah meninggal dunia,” ujar Supardi kepada awak media, Jumat (18/9/2026).
“Selanjutnya korban dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Walikukun, namun nyawanya tidak tertolong,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Widodaren AKP Farid Suharta saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa yang terjadi.
Menurut laporan yang ia terima, korban keluar bermain di halam rumah sekitar pukul 13.00 WIB kemudian menerima laporan dari warga atas adanya peristiwa kejadian bocah tenggelam pada pukul 14.30 WIB.
“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Walikukun namun oleh dokter sudah dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan dokter puskesmas, tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan di tubuh korban, jadi ini murni kecelakaan air atau tenggelam. Atas kejadian ini, pihak keluarga menerimanya dengan ikhlas,” ucap Farid.
Pun, Farid mengimbau, bagi orang tua yang mempunyai anak balita diharapkan dapat melakukan pengawasan secara ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Ari Hermawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
